
MOSKOW, suaramerdekakedu.com – Serangan drone besar-besaran yang dituduhkan Rusia dilakukan Ukraina menewaskan tiga orang dan memicu kebakaran di fasilitas kilang minyak utama di Moskow, Minggu (20/9). Serangan tersebut berlangsung pada hari terakhir pemilu parlemen Rusia.
Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan lebih dari 1.600 drone telah dicegat. Sebanyak 450 drone di antaranya disebut mengarah ke wilayah ibu kota Rusia.
Serangan tersebut turut mengenai area Kilang Minyak Moskow. Salah satu fasilitas di kompleks kilang mengalami kebakaran akibat serangan drone dan layanan darurat dikerahkan untuk menangani insiden tersebut.
Kilang minyak tersebut sebelumnya juga pernah menjadi sasaran serangan Ukraina dalam beberapa bulan terakhir.
Sobyanin menuding serangan itu ditujukan untuk mengganggu pelaksanaan pemilu parlemen Rusia yang berlangsung selama tiga hari.
“Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini jelas direncanakan dengan tujuan mengganggu pemilu. Musuh gagal mencapainya,” ujar Sobyanin, dilansir dari media terpercaya.
Gubernur Moskow Andrey Vorobyov menyebut dua orang tewas dalam dua serangan berbeda. Korban ketiga kemudian meninggal dunia setelah sebelumnya mengalami luka-luka.
Selain menimbulkan korban jiwa, jatuhnya drone ke sebuah gedung apartemen 21 lantai memicu kebakaran. Sekitar 400 penghuni bangunan tersebut harus dievakuasi.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky merespons serangan tersebut dengan menyebut operasi jarak jauh Ukraina memberikan dampak besar terhadap wilayah Moskow.
“Respons jarak jauh kami memberikan dampak yang sangat signifikan di wilayah Moskow tadi malam,” tulis Zelensky di X.
Zelensky juga menyebut serangan tersebut menyasar fasilitas yang dianggap penting bagi industri minyak dan logistik Rusia.
“Salah satu fasilitas utama industri minyak Rusia dan fasilitas logistik pihak agresor berhasil diserang. Ini melibatkan miliaran dolar yang menopang mesin perang mereka,” imbuhnya, dilansir dari media terpercaya.
Serangan tersebut terjadi ketika Ukraina meningkatkan operasi drone jarak jauhnya ke wilayah Rusia. Infrastruktur energi menjadi salah satu sasaran serangan yang ditujukan untuk menekan sumber pendapatan Rusia yang digunakan dalam perang.





















































