TEMANGGUNG, suaramerdekakedu.com – Pemkab Temanggung memperhatikan pergantian Menteri Keuangan karena hal ini berhubungan dengan kebijakan mengenai cukai rokok, dan keberlangsungan sektor tembakau di wilayah tersebut. Bupati Temanggung Agus Setyawan berharap bahwa perubahan di Kementerian Keuangan tidak akan disertai oleh perubahan dalam regulasi cukai. Ia menyatakan bahwa kebijakan tersebut bisa memengaruhi kondisi industri rokok dan petani tembakau. Apalagi, Temanggung adalah salah satu daerah yang bergantung pada sektor tembakau sebagai sumber kehidupan bagi penduduknya.
“Saya berharap dengan hadirnya Menteri Keuangan yang baru, tidak ada perubahan regulasi khususnya terkait cukai. Jika hal ini terjadi, tentu akan menambah kesulitan bagi kami di lapangan, terutama di daerah atau pusat penghasil tembakau. Ini sudah pasti akan memberikan dampak besar, karena jika ada kenaikan cukai, maka harga rokok akan sangat terpengaruh,” ungkapnya dikutip dari Tribun Jateng.
Kekhawatiran ini diungkapkan saat Pemkab Temanggung berusaha meningkatkan penyerapan tembakau dari para petani oleh pabrikan. Bupati Agus bersama rombongan dari berbagai sektor sebelumnya melakukan kunjungan ke beberapa gudang pabrikan rokok di Temanggung. Kunjungan ini bertujuan untuk mendiskusikan kuota pembelian tembakau sekaligus menyampaikan aspirasi petani. Pabrikan yang dikunjungi antara lain Gudang PT Djarum Kupen, Gudang Sukun Jragan, Gudang Wismilak Tlogorejo, dan Gudang Djarum Parakan.
Direktur Pembelian Tembakau Pabrik Rokok Sukun Ardian menyatakan bahwa kualitas tembakau Temanggung tahun ini dinilai baik. Hal ini didukung oleh cuaca yang dianggap menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman tembakau. Mereka juga menegaskan komitmen untuk menyerap hasil panen petani dalam rangka memenuhi kebutuhan pabrik. Penyerapan ini mencakup tembakau dari lahan pertanian maupun daerah pegunungan.





















































