MAGELANG, suaramerdekakedu.com – Hasil penelitian dari Pusat Studi Sustainability and Circularity (PSSC) Universitas Tidar (Untidar) kini mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam menghadapi isu sampah. Berbagai inovasi yang telah dikembangkan selama dua tahun terakhir diimplementasikan di beberapa lokasi pengelolaan sampah. Teknologi yang diciptakan meliputi proses gasifikasi, mesin pencair plastik, insinerator, hingga penggunaan maggot. Penerapan berbagai teknologi ini merupakan bagian dari inisiatif untuk menawarkan solusi pengelolaan sampah yang dapat langsung diakses oleh masyarakat.
“Sumber ide ini tentu berasal dari kepedulian terhadap pengelolaan sampah, jadi kami bersepakat untuk mendirikan pusat studi yang dapat menjalankan kolaborasi lintas disiplin,” ucap Tri Retno selaku ketua PSSC pada (19/9), dikutip dari ANTARA Jateng.
Salah satu inovasi yang sudah dilaksanakan adalah alat gasifikasi yang digunakan untuk memproses sampah organik, seperti daun dan ranting dari jalanan, menjadi gas sintetis atau syngas. Produk dari proses tersebut dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari seperti halnya gas elpiji. PSSC juga merancang insinerator dan mesin pencair plastik untuk mengatasi limbah plastik residu yang sulit untuk didaur ulang. Plastik yang telah diproses dapat dicetak menjadi paving block yang memiliki nilai guna serta ekonomi.
PSSC mengembangkan penggunaan maggot untuk mengolah limbah organik yang berasal dari sisa makanan. Maggot yang dihasilkan ini kemudian bisa digunakan sebagai pakan ternak. Inovasi teknologi ini telah diterapkan secara langsung oleh masyarakat di berbagai tempat pengelolaan sampah yang bekerja sama dengan PSSC Untidar. Penerapan tersebut menunjukkan bahwa hasil penelitian yang dilakukan di dunia akademis telah memasuki fase penerapan di lapangan.
Alat gasifikasi telah digunakan di TPS3R Potrobangsaan di bawah Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang. Sementara insinerator dan plastic melter dimanfaatkan oleh Bank Sampah Sidoresik yang berada di Desa Bulurejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Berbagai teknologi lainnya juga telah disebarkan ke beberapa daerah di Kabupaten Temanggung. Penggunaan di berbagai lokasi ini menjadi bukti penerapan hasil penelitian PSSC untuk pengelolaan sampah masyarakat.
PSSC Untidar juga memperluas pemanfaatan hasil penelitian melalui kegiatan literasi sains untuk masyarakat. Tahun ini, PSSC terpilih sebagai salah satu dari 22 pusat studi dan pusat kajian di Indonesia yang memenangkan kompetisi Inovasi Sains dan Teknologi (Insaintek) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Dengan pendanaan tersebut, PSSC dalam enam bulan terakhir melaksanakan empat kegiatan utama, yaitu Sustainability Coffee Talks, STEM Open Lab, Community Action Program, dan STEM Expo. Kegiatan-kegiatan ini ditujukan untuk siswa SMA/SMK serta masyarakat umum.
“Harapannya ke depan, pusat studi bisa lebih berdampak lagi ke masyarakat dengan memberikan hasil-hasil riset yang memang benar-benar bisa diimplementasikan langsung dan menyelesaikan permasalahan di masyarakat,” kata Tri Retno, dikutip dari ANTARA Jateng.
Ke depan, PSSC Untidar menetapkan target agar hasil penelitian yang dikembangkan dapat semakin luas diterapkan untuk menanggulangi masalah yang ada di masyarakat. Pernyataan ini menegaskan arah pengembangan PSSC yang tidak hanya berfokus pada inovasi, tetapi juga mendorong penerapannya di tengah masyarakat.

























































