WONOSOBO, suaramerdekakedu.com – Gabungan Pemuda Wonosobo Temanggung Banjarnegara (GPWPTB) menunjukkan rasa peduli terhadap masyarakat dengan cara mengumpulkan dana melalui sumbangan anggota yang dilakukan secara berkala. Uang yang diperoleh diumumkan secara teratur dan kemudian disalurkan sebagai bantuan kepada 18 anak yatim piatu yang berada di Desa Bakalan, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo. Jumlah total bantuan yang diberikan mencapai sekitar Rp24 juta. Proses penyaluran bantuan ini dilaksanakan bersamaan dengan pertemuan triwulanan GPWPTB pada hari Minggu (20/9).
Pengumpulan sumbangan ini menjadi salah satu cara anggota GPWPTB untuk saling membantu dalam menjalankan program sosial organisasi. Setiap anggota secara teratur menyisihkan sejumlah uang yang kemudian dikumpulkan untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan. Proses penggalangan ini memastikan kegiatan sosial tidak hanya bergantung pada sumbangan dari luar. Uang yang terkumpul kali ini secara khusus dialokasikan untuk anak-anak yatim piatu di Desa Bakalan.
Ketua Bidang Sosial GPWPTB, Nurofik, yang lebih dikenal dengan sebutan Mbah Rubes, menyampaikan bahwa acara tersebut sengaja disatukan dengan jadwal pertemuan rutin triwulanan organisasi. Ia menyatakan, pertemuan bagi anggota tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk berinteraksi dan mengevaluasi, namun juga digunakan untuk berbagi dengan masyarakat di sekitar.
“Kegiatan ini kami lakukan bersamaan dengan rapat triwulanan GPWPTB. Jadi, selain berkumpul dan bersilaturahmi, kami ingin acara ini juga bermanfaat bagi masyarakat, terutama untuk anak-anak yatim piatu,” ungkap Mbah Rubes dikutip dari Wonosobo Zone.
Mbah Rubes merinci, dana bantuan sekitar Rp24 juta sepenuhnya berasal dari sumbangan rutin anggota yang dikumpulkan bersama. Iuran tersebut kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan bantuan bagi 18 anak yatim piatu yang menjadi penerima. Ia menekankan bahwa pengumpulan dana secara teratur adalah cerminan kepedulian anggota terhadap orang lain.
Kegiatan sosial ini juga menunjukkan penggunaan dana iuran anggota untuk kegiatan yang berdampak langsung pada masyarakat. GPWPTB berharap metode penggalangan dana internal ini dapat terus dilanjutkan untuk kegiatan sosial di masa mendatang. Organisasi ini juga ingin keberadaannya tidak hanya sebagai tempat berkumpulnya para pemuda dari tiga daerah.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa terus berjalan. Mungkin yang kami berikan belum seberapa, tetapi semoga bisa bermanfaat dan menjadi bentuk kepedulian kami kepada anak-anak yatim piatu,” katanya.
Pertemuan triwulan GPWPTB juga menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antaranggota yang berasal dari Wonosobo, Temanggung, dan Banjarnegara. Acara tersebut diperkaya dengan kegiatan sosial agar kebersamaan di dalam organisasi turut memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Dana yang terkumpul dari iuran anggota sangat penting dalam pelaksanaan bantuan kali ini. Melalui kegiatan ini, GPWPTB kembali menempatkan kepedulian sosial sebagai salah satu fokus utama organisasinya.





















































