WONOSOBO, suaramerdekakedu.com – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada November 2026, Polres Wonosobo mengajak seluruhh pihak, termasuk perangkat desa, panitia Pilkades, peserta, pendukung, dan masyarakat untuk menjaga suasana tetap sejuk selama seluruh tahapan berlangsung. Serta memperkuat komunikasi dengan perangkat desa yang memiliki peran penting dalam membantu menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat karena interaksi langsung dengan waerga di wilayahna.
Kapolres AKBP Ricky Pripurna Atmaja mengatakan pemerintah desa merupakan salah satu mitra strategis kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah, pertemuan dan sarasehan bersama Persatuan Perangkat Desa Indonesia(PPDI) Kabupaten Wonosobo pada Jumat (18/9) memberikan ruang silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi antara perangkat desa dan kepolisian.
“fungsi desa itu sangat luas, karena itu, Polri harus senantiasa bermitra dengan pemerintah desa” Ujar Ricky
Ketua PPDI Kabupaten Wonosobo, Eko Purwanto berkomitmen mendukung terciptanya situasi aman dan kondusif, para koordinator kecamatan juga diminta menyampaikan perkembangan situasi di wilayah masing – masing secara objektif, terbuka dan sesuai kondisi lapangan.
Pemetaan untuk pencegahan
Informasi mengenai perkembangan situasi di wilayah masing – masing yang dilaporkan, berjalan kondusif dan beberapa dinamika lokal seperti persaingan antar peserta, pendukung, persoalan administrasi menjadi bahan pemetaan dan langkah pencegahan, Kapolres menegaskan bahwa setiap persoalan dalam tahapan Pilkades harus ditangani berdasarkan aturan yang berlaku.
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat juga menegaskan saat memberikan arahan dalam Santiaji Tata Cara Pelaksanaan Pilkades Tahun 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos PMD) di Gedung Korpri Wonosobo, Selasa (4/8) bahwa Pilkades bukan sekadar agenda rutin memilih kepala desa, melainkan proses demokrasi yang menentukan arah pembangunan desa dalam beberapa tahun ke depan.
“Siapa pun yang nantinya akan mencalonkan dan terpilih adalah pemimpin bagi seluruh masyarakat desa. Karena itu, mari kita jadikan Pilkades sebagai ruang memperkuat persatuan, bukan mempertajam perbedaan. Demokrasi desa harus menghadirkan kesejukan, bukan konflik.” imbuhnya.





















































