JAWA TENGAH, suaramerdekakedu.com – Di tengah pesatnya perkembangan musik independen tanah air, nama The Jeblogs kini makin santer terdengar. Grup musik asal Kabupaten Klaten, Jawa Tengah ini berhasil mencuri perhatian publik lewat karya-karya mereka yang jujur, lugas, dan sarat akan potret kehidupan anak muda. Namun di balik riuhnya tepuk tangan ribuan penonton di panggung-panggung festival nasional, ada kisah unik mengenai awal mula terbentuknya kelompok musik ini.
Kisah The Jeblogs berakar dari aktivitas pemuda Karang Taruna Galur Manggala di Desa Jeblog, Kecamatan Karanganom, Klaten, sekitar tahun 2014 hingga 2016. Empat pemuda desa setempat Amir, Ryan, Dani dan Jonal yang memiliki hobi sama dalam bermusik sering memanfaatkan waktu luang untuk jamming bersama di balai desa. Berawal dari niat sederhana ingin tampil memeriahkan acara panggung tasyakuran kemerdekaan 17 Agustus di desa mereka, keempatnya sepakat untuk meresmikan ikatan tersebut menjadi sebuah band. Karena tumbuh di lingkungan yang sama, mereka mengabadikan nama desa mereka sebagai identitas kelompok, yakni The Jeblogs.
Perjalanan The Jeblogs diwarnai dengan berbagai keterbatasan fasilitas. Ketiadaan modal besar dan studio rekaman tak memadamkan semangat mereka untuk terus melahirkan karya. Proses produksi lagu-lagu awal mereka garap secara mandiri dengan memanfaatkan lokasi seadanya, mulai dari Balai Desa Jeblog hingga Gedung PKK. Uniknya, untuk proses rekaman vokal dan instrumen, mereka sempat nekat menggunakan microphone yang biasa dipakai untuk kegiatan yasinan warga desa.
Perjalanan mereka sempat mengalami perubahan formasi ketika Jonal memutuskan mengundurkan diri. Posisi tersebut kemudian diisi oleh Valen dan Prima. Kehadiran dua personel baru ini makin melengkapi formasi lima anggota Amir, Ryan, Dani, Valen dan Prima yang menjadi fondasi solid hingga saat ini.
Langkah The Jeblogs di kancah musik nasional makin mantap pasca peluncuran album penuh perdana mereka bertajuk Sambutlah pada tahun 2023. Lagu-lagu hits seperti Bersandarlah dan Ode Para Sisifus sukses memikat hati para pendengar musik indie dari berbagai daerah.
Keberhasilan album tersebut membawa The Jeblogs terbang lebih tinggi. Dari yang semula hanya tampil di acara lokal, kini mereka sukses melenggang ke panggung-panggung festival musik megah berskala nasional, seperti Artjog, Pestapora, Synchronize Fest, hingga Projek-D. Kendati nama mereka makin besar di industri musik tanah air, para personel The Jeblogs tetap merawat etos kebersamaan dan kesederhanaan khas anak muda desa asal mereka.





















































