MAGELANG, suaramerdekakedu.com – Warga Desa Sambeng, di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, melakukan kegiatan bersama dengan membersihkan lingkungan sambil memasang ratusan bendera Merah Putih setengah tiang pada hari Minggu (27/9). Tindakan ini menjadi tanda tolak terhadap operasi penambangan pasir di Sungai Progo. Acara ini dihadiri oleh masyarakat dari enam dusun yang berbeda, melibatkan berbagai kalangan mulai dari wanita, kaum muda, hingga pria dewasa. Mereka membersihkan jalan sembari memasang bendera yang merupakan sumbangan dari warga setempat.
“Sambil kita bersih-bersih, kita juga memasang bendera setengah tiang. Jumlah bendera yang dipasang berjumlah sekitar 355, merupakan sumbangan dari masing-masing warga,” ujarnya dilansir dari detikJateng.
Juru bicara Gema Pelita Sambeng, Khairul Hamzah, mengungkapkan bahwa bendera setengah tiang dipilih untuk melambangkan kepedulian warga terkait aktivitas penambangan.
“Kita mengibarkan bendera setengah tiang. Ini mencerminkan simbolis dari rasa prihatin warga. Kita bisa sebut juga dengan tagline ‘Sambeng Berduka’. Berduka atas hilangnya nurani dan kepedulian birokrasi terhadap keadilan bagi masyarakat Sambeng. Ini berkaitan dengan aktivitas penambangan pasir di Sungai Progo,” papar Khairul Hamzah kepada media di Sambeng, Minggu (27/9) dikutip dari detikJateng.
Pemasangan bendera berlangsung dari tapal batas Sambeng menuju Desa Candirejo dan jalan menuju lokasi tambang. Masyarakat memperlihatkan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari upaya-upaya yang telah dilakukan untuk mengekspresikan penolakan terhadap penambangan pasir.
“Karena kita telah berupaya keras dalam perjuangan menolak tambang pasir ini, sengaja kita kemas bukan dalam bentuk demonstrasi seperti pada biasanya, tetapi kita kemas dalam bentuk doa dan pengajian bersama di lokasi ini,” tegasnya dilansir dari detikJateng.
Sebelumnya, masyarakat juga melaksanakan acara doa bersama di titik lokasi tambang sebagai bentuk penolakan. Penduduk memilih untuk mengungkapkan aspirasi mereka lewat kegiatan kolektif ini, bukannya melalui demonstrasi.























































