MAGELANG, suaramerdekakedu.com – Sebuah kebakaran melahap ruang perpustakaan SMPN 1 Tegalrejo, yang terletak di Jalan Magelang-Kopeng Km 11,4, Kabupaten Magelang, pada Selasa pagi (29/9). Menurut dugaan awal, api muncul akibat korsleting dari instalasi listrik antara pukul 01.00-01.15 WIB. Kebakaran itu mengakibatkan ruang beserta meja, kursi, dan mayoritas koleksi bukunya hangus. Sunarto, kepala SMPN 1 Tegalrejo, mengungkapkan bahwa ia menerima berita tentang kebakaran saat dihubungi oleh staf tata usaha sekitar pukul 02.45 WIB. Sebelum insiden tersebut, staf yang bersangkutan masih berada di lingkungan sekolah dan menginformasikan bahwa keadaan sekitar pukul 00.30 WIB masih terkendali.
“Saat dihubungi, saya bertanya dan (staf) menjelaskan bahwa pada jam 00.30 WIB belum ada tanda-tanda kebakaran. Diperkirakan sekitar jam 01.00-01.15 WIB terjadi korsleting listrik,” jelas Sunarto dilansir dari detikJateng.
Setelah mendapatkan informasi, Sunarto yang berada di Payaman langsung menuju sekolah. Saat ia tiba, tiga unit mobil pemadam kebakaran sudah berada di lokasi untuk memadamkan api. Api berhasil menghanguskan hampir keseluruhan isi ruang yang sebelumnya berfungsi sebagai perpustakaan. Ruangan itu saat ini sementara digunakan sebagai ruang kelas 8 karena sekolah sedang dalam proses revitalisasi yang sudah berlangsung selama sekitar 1,5 bulan.
“Ruang ini awalnya adalah perpustakaan. Kita memiliki dua ruang perpustakaan, satu di belakang dan satu di sini. Namun, karena selama 1,5 bulan ini ada revitalisasi, semua siswa yang biasanya berada di situ dipindahkan untuk dijadikan kelas 8,” ungkap Sunarto dikutip dari detikJateng.
Selain furniture yang digunakan untuk proses pembelajaran, buku-buku yang tersimpan dalam ruangan itu juga terbakar. Beberapa koleksi bahkan ditempatkan di area samping karena kapasitas penyimpanan sekolah tidak mencukupi. Kebakaran juga menghancurkan buku-buku yang berada di ruang sebelah perpustakaan. Meskipun masih ada beberapa buku yang memiliki tulisan yang tersisa, mayoritas koleksi mengalami kerusakan ditimpa api.
“Kerugian tanpa mempertimbangkan bangunan bisa mencapai Rp250 juta. Ya, termasuk buku-buku. Sekitar itu. Jika total dengan bangunan yang hancur sepenuhnya. Jika suatu saat dilakukan rehabilitasi, kemungkinan bisa sekitar Rp400-an juta,” ujarnya dilansir dari detikJateng.
Kerugian akibat kebakaran diperkirakan bernilai ratusan juta rupiah. Estimasi nilai kerusakan tanpa memperhitungkan bangunan sekitar Rp250 juta, sedangkan jika termasuk kerusakan bangunan dan kebutuhan rehabilitasi, total kerugian dapat mencapai Rp400 juta.






















































