MAGELANG, suaramerdekakedu.com – Menjadi seorang mahasiswa sekaligus pekerja merupakan perjalanan ganda yang penuh akan tantangan. Di antara tumpukan tugas kuliah, kegiatan organisasi kampus, hingga persiapan skripsi, ada tanggung jawab kerja yang menuntutnya untuk berkomitmen tinggi. Pengalaman nyata ini datang dari Ibrahim Kalka, seorang mahasiswa semester lima yang aktif sebagai barista dan pengelola Kafe Sewungu berkonsep slow bar di Magelang.
Meskipun dunia kerja menawarkan banyak pengalaman baru, pendidikan tetap menjadi prioritas utama. Kalka menegaskan pentingnya menjaga fokus akademis dengan mengungkapkan, “Nomor satu tetap tujuan utama kita kan pendidikan ya, mecapai gelar kita buat orang tua bangga, tapi kan apa salahnya jika kita mencari ilmu, skill seperti ini.”, ujarnya.
Sementara itu, Zeki yang merupakan mahasiswa pengunjung kafe tersebut mengungkapkan, bahwa keberadaan tempat ini menjadi ruang pelarian yang positif. Zeki menceritakan alasannya betah menghabiskan waktu di kafe tersebut dengan mengatakan, “Ini bisa jadi hiburan aku ketika penat tugas dan lain-lain, aku bisa menghibur diri dengan ngopi, selain itu disini juga tersedia tempat pemancingan, jadi aku bisa mancing disini,” jelasnya.
Kunci utama dalam menyeimbangkan dua peran yang dijalani ini terletak pada manajemen waktu yang matang serta komunikasi yang transparan. Kalka menceritakan bagaimana ia dan timnya saling mendukung di tengah padatnya jadwal kuliah dan organisasi,
“Kita saling komunikasi, aku enggak bisanya kapan, seperti itu, nanti dua pemilik kafe ini langsung jaga, nge-back up gitu, jadi kita kan juga punya satu tujuan, kita fokusnya di kopi ini,” tuturnya.
Daya tarik tempat ini tidak hanya dirasakan oleh para pengelolanya, tetapi juga diakui langsung oleh pengunjungnya. Zeki menyampaikan pandangannya mengenai tempat tersebut dengan berkata, “Yang pertama tempatnya ini jauh dari bising, jadi kita mau brisik di sini pun atau mau ngobrol gimana pun kita merasa enggak menganggu orang lain dan masyarakat di lingkungan ini.”
Selain menawarkan ketenangan dan kebersamaan, usaha ini juga menjunjung tinggi semangat saling merangkul, pihak pengelola tidak membatasi pengunjung yang membawa makanan dari luar karena mengungsung semangat kolaborasi antar-pelaku usaha kecil, sebagaimana yang disampaikan oleh Kalka, “Kita juga support UMKM lain, kita enggak merugikan teman-teman UMKM, kita juga sama-sama membangun jejaring dan saling mendukung di sini.”
Bagi setiap mahasiswa, baik yang berjuang sebagai pekerja maupun yang sedang menuntaskan tugas-tugas kuliah, percayalah bahwa setiap proses dan rasa lelah yang dirasakan hari ini adalah bentuk dari kedewasaan yang akan membentuk karakter ketangguhan di masa depan.






















































