MAGELANG, suaramerdekakedu.com – Kejadian di SMK Adipura, Jalan Urip Sumoharjo, Wates, Kota Magelang, berubah menjadi keributan ketika sekelompok pelajar tiba di sekolah tersebut pada Senin (28/9). Mereka dikabarkan memasuki area sekolah dengan berteriak, menendang pagar, dan melempar batu ke arah bangunan. Aksi tersebut terekam dalam video yang kemudian menyebar di media sosial. Pihak kepolisian kini sedang menyelidiki sejumlah pelajar yang diduga terlibat. Meylin Cahya Maulida, seorang guru Matematika di SMK Adipura, menyatakan bahwa kelompok pelajar tersebut tiba sekitar pukul 12.44 WIB. Ia menjelaskan bahwa tindakan mereka melibatkan penyerangan terhadap pagar sekolah serta melempar batu dari lokasi sekitar.
“Anak-anak biasanya menyerang hanya di bagian depan. Jadi, mereka datang ke sini dan langsung menendang pagar. Mereka mengambil batu dari sebelah selatan dan melemparkannya ke sini. Rasanya benar-benar seperti hujan batu,” kata Meylin dikutip dari detikJateng.
Meylin juga mengungkapkan bahwa beberapa pelajar membawa sabuk dan menggunakannya untuk memukul pagar. Lemparan batu tersebut terlihat menyasar bagian atas bangunan sehingga mengakibatkan kerusakan pada beberapa fasilitas.
“Mereka memang sengaja merusak. Ada yang melemparkan batu agar masuk di sela-sela pagar yang tertutup. Setelah mereka menyadari saya sedang merekam, mereka malah semakin mendekat. Beberapa di antaranya membawa sabuk dan memukulnya di sini,” tambahnya.
Akibat dari tindakan tersebut, beberapa bagian sekolah dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk genting dan kayu. Selain itu, beberapa sepeda motor yang dimiliki oleh guru serta warga sekolah dikabarkan terkena lemparan batu sehingga tergores. Meylin mengungkapkan bahwa kejadian yang mirip telah terjadi sebanyak dua kali dalam jangka waktu sekitar dua minggu terakhir. Kejadian pertama terjadi pada (15/9), di mana siswa SMK Adipura yang terprovokasi sempat mendatangi sekolah lain pada (16/9) dan kemudian diamankan oleh pihak kepolisian.
“Tawuran pasti ada provokatornya, dan anak-anak di sini pun mengakuinya. Provokator tersebut sudah dikeluarkan sebagai tindakan tegas terhadap siswa kami,” tegas Meylin dilansir dari detikJateng.
Pihak sekolah juga telah mengambil langkah tegas terhadap siswa yang diidentifikasi sebagai provokator dalam insiden sebelumnya. Di sisi lain, Kasat PPA Polres Magelang Kota, AKP Riana Adhyaksari, menyatakan bahwa polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap beberapa siswa yang terlibat dalam serangan itu.






















































