WONOSOBO, suaramerdekakedu.com – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di petak 13F dan 13G, lahan Perhutani di Kaliguwo – Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo. Dan Kedunggong, Sadang, Kebumen. Kejadian pukul 20.00 WIB, Selasa (22/9), Tidak ada korban jiwa namun Lahan dan tanaman didalamnya terbakar.
Laporan masuk melalui Call Center RPB SAR Kaliwiro dari Babinsa dan Sekdes Kaliguwo, Kaliwiro – Wonosobo dan Kedunggong – Kebumen,selasa (22/9) pukul 20.00 WIB, dan diteruskan ke Pemerintah Kecamatan, Polsek, Koramil, BPBD, Damkar, Perhutani dan instansi serta organisasi terkait.
Namun sampai pukul 23.45 WIB upaya penanganan oleh tim gabungan masih belum berhasil dikarenakan api sudah besar,cepat meluas, dan mudah merembet.
Pohon pinus di lokasi satu persatu tumbang, hal ini menjadi ancaman keselamatan tim sehingga penanganan perlu dihentikan. Kondisi yang tidak memungkinkan menjadi faktor tambahan sehingga tim gabungan ditarik dan pemadaman sementara dihentikan.
Hari kedua, Rabu (23/9) dilaksanakan upaya pemadaman Kembali oleh tim gabungan dengan kekuatan 120 personil terdiri dari pemerintah, Perhutani,BPBD, Polri, TNI, Relawan Gabungan dan masyarakay, namun api belum bisa dikendalikan karena angin kencang dan cuaca panas, sehingga pukul 14.30 WIB seluruh tim ditsrik mundur
Hari ketiga, Kamis(24/9) atas pertimbangan situasi dan konsidi di lokasi kejadian, dipimpin tim dari pihak perhutani memutuskan untuk penanganan dan dibantu pemerintah, Polsek, Koramil, dan RPB Kaliwiro, api masih belum bisa dipadamkan
Hari keempat, Jumat(25/9) mempertimbangkan berbagai faktor maka Perhutani memutuskan untuk melakukan penanganan oleh jajaran Perhutani, Pemerintah, Polsek Kaliwiro, Koramil Kaliwiro, RPB Kaliwiro dan Linmas Kaliguwo
Diketahui luas lahan yang terbakar kamis(24/9) hingga pukul 17.30 WIB sudah mencapai 4-7 hektare dan ada kemungkinan bertambah

























































