MAGELANG, suaramerdekakedu.com – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Magelang berkolaborasi dengan Universitas Tidar (Untidar) menyelenggarakan seminar Disnaker Goes to Campus pada hari Jumat (9/10). Dengan tema “Penguatan Kompetensi dan Daya Saing Generasi Muda Melalui Pelatihan Vokasi yang Link and Match Dengan Kebutuhan Industri”, kegiatan ini menghadirkan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) RI, Dr. Ir. H. Afriansyah Noor, S.T., M.Si., IPU serta Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si.
Dalam penjelasannya, Wamenaker Afriansyah Noor menekankan pentingnya bagi mahasiswa untuk tidak hanya menguasai secara teori akademik, tetapi juga harus memiliki keterampilan yang sudah teruji melalui pelatihan vokasi nasional dan sertifikasi kompetensi.
“Pendidikan yang sedang kami jalankan di Untidar maupun di berbagai tempat lainnya adalah program yang sudah terbukti secara teoritis. Penerapannya adalah bagaimana agar mereka bisa mendapatkan pemahaman yang baik secara teori, tetapi juga dalam hal keterampilan. Kami dari kementerian bekerja sama untuk penyelenggaraan pelatihan yang memerlukan kompetensi dalam pelatihan vokasi nasional,” jelas Afriansyah pada Jumat (9/10).
Afriansyah menambahkan bahwa sertifikasi kompetensi adalah modal dasar yang penting bagi mahasiswa ketika melamar pekerjaan. Untuk mendukung ini, Kemnaker kembali membuka kuota program Magang Hub gelombang ketiga sejumlah 150 ribu orang, serta program pelatihan vokasi nasional sebanyak 250 ribu orang yang ditujukan untuk lulusan sekolah hingga perguruan tinggi.
Afriansyah juga menanggapi kekhawatiran mengenai penggunaan tenaga magang oleh perusahaan. Berdasarkan informasi dari evaluasi Kemnaker, hampir 40% peserta dalam program Magang Hub langsung berhasil mendapatkan pekerjaan di perusahaan tempat mereka melakukan magang.
Di sisi lain, Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., memberikan sambutan positif terhadap pelaksanaan program Disnaker Goes to Campus. Ia berpendapat bahwa kegiatan ini merupakan cara yang efektif untuk memperluas wawasan mahasiswa sejak awal mereka memasuki dunia perkuliahan.
“Saya sangat menghargai bahwa program ini diikuti oleh mahasiswa dari semester 1, 3, dan 5. Kita perlu membekali mereka dengan pemahaman tentang masa depan sejak dini. Jadi, bukan hanya fokus pada perkuliahan di kampus, tetapi juga mulai memikirkan apa yang akan mereka lakukan setelah lulus,” ujar Prof. Sugiyarto.


























































