WONOSOBO, suaramerdekakedu.com – Oleh – oleh khas Wonosobo tidak hanya seputar kuliner saja, wisatawan mengharapkan sesuatu yang dapat disimpan dan serta berfungsi menjadi barang yang dapat digunakan seperti salah satunya kain batik khas Wonosobo yang diproduksi di Desa Talunombo, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, kain batik dapat dijadikan oleh – oleh yang memiliki motif bernuansa kota khas Wonosobo.
Salah satu rumah produksi batik yang ada di Desa Talunombo adalah milik Laeli Nur Khasanah(40) dengan nama Batik Carica Lestari Talunombo
Berawal dari kelompok usaha bersama pada tahun 2008 di Desa Talunombo yang diikuti ibunda Laeli, Alfiyah, hingga saat ini Laeli menjadi generasi kedua meneruskan ibundanya dalam memproduksi rumah batik tersebut.
“awalnya saya cuma membantu ibu saya aja, tapi kok lama – lama asik terus ya di telateni aja, alhamdulillah dari kira – kira tahun 2015 sampai sekarang bisa meneruskan produksi kain batik ini,”ungkapnya
Menariknya rumah produksi milik Laeli banyak mempekerjakan kaum wanita dari Desa Talunombo itu sendiri, dengan mengerjakan kain batik layak distribusi tersebut. Menampilkan wanita produktif serta memiliki penghasilan yang layak
Rumah produksi Batik Carica Lestari dapat memproduksi setiap hari kain mulai dari mempola atau membuat desain sampai siap digunakan
Kain batik yang diproduksi dapat di manfaatkan untuk pakaian, sarung bantal dan ada inovasi baru untuk jilbab.
Warna alam
Perbaduan warna yang diolah dan dicampur sendiri di rumah produksi mempresentasikan kain batik milik Laeli memiliki ciri khas warna sendiri selain dari motif batiknya
“bahkan kami baru mencoba warna dari bahan alami, kayak kemarin dari daun mahoni, sabut kelapa begitu, kalau sekarang kan masih pakai pewarna sintetis, na kalo sekarang lagi dicoba yang alami itu dan tetap bagus juga implementasinya ke kain,” kata Laeli
menjamurnya industri tekstil kain batik di Wonosobo, Laeli tetap mampu bersaing dengan memiliki hak paten untuk puluhan motif kain batik di rumah produksinya
Laeli mengatakan ia mendistribusikan kain batiknya ke toko – toko tekstil yang ada di Wonosobo
keunikan
Ia menjelaskan keunikan dari kain batik yang diproduksinya adalah motif batik yang sangat khas menggambarkan Wonosobo seperti motif tari lengger, daun carica, buah carica, atau balon udara, dan purwaceng.
“meskipun motifnya purwaceng atau carica tapi bentuknya saya buat berbagai model agar tidak monoton,” imbuhnya
Standar bahan batik diproduksi panjang 1,15 meter dan lebar 2 meter dibandrol mulai harga Rp 200.000 dan Rp 250.000 untuk kain batik tulis. Dengan ukuran tersebut Laeli dan 12 karyawannya membutuhkan kurang lebih 3 hari hingga kain batik dapat digunakan
“kain batik yang diproduksi kan ada yang cap dan batik tulis masing – masing memiliki ciri – ciri kayak kalau batik tulis lebih kelihatan elegan walaupun polanya tidak bisa selalu sama, untuk kain batik yang dicap juga lebih rapi, jadi ada keunikan tersendiri saja si,” ujar Laeli
Salah satu pengrajin yang sudah ikut sejak awal rumah produksi batik carica lestari dirintis, Qowiyah mengatakan dapat memproduksi satu kain dengan lebar 1,15 meter dan lebar 2 meter tergantung tingat kesulitan motif yang di buatnya
“kalau motifnya sulit ya bisa sampai 2-3 hari, saat ini sedang membuat yang perpaduan antara batik tulis dan batik cap,”ujarnya






















































