MAGELANG, suaramerdekakedu.com – Keberadaan IKM Center di Kota Magelang telah menjadi wadah strategis dalam mendampingi dan mengembangkan sektor usaha kecil. Dikelola langsung oleh Maria Yosepin Hariati selama 1,5 tahun terakhir, pusat ini tercatat telah menggandeng lebih dari 200 pelaku usaha, tepatnya 219 UMKM untuk bergabung dan memasarkan produk lokal di tempat tersebut.
Dalam perjalanannya merangkul ratusan pelaku usaha, pihak IKM Center tidak sekadar menyediakan tempat pajang (display), melainkan memberikan pendampingan yang intensif. Yosi menjelaskan, bahwa banyak UMKM yang bergabung merupakan pelaku usaha baru yang masih memerlukan bimbingan menyeluruh, mulai dari penataan kepengurusan legalitas, teknik pengemasan produk yang bersih dan menarik, pembuatan konten digital, hingga strategi mempertahankan motivasi agar tetap bertahan.
“Artinya dari UMKM yang betul-betul baru, kan tidak semuanya sudah lengkap ya semuanya, tapi dari kepengurusan legalitas, kemudian bagaimana mereka harus mengemas, bagaimana mereka membuat konten, misalnya begitu, bagaimana mereka mempertahankan mood biar tetap survive,” jelas Yosi, Kamis (22/10).
Untuk menjaga standar kualitas dari ratusan produk yang tergabung, IKM Center memberlakukan sistem kurasi yang ketat dan berlapis. Persyaratan utama yang wajib dimiliki oleh para pelaku usaha adalah kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), di mana pihak pengelola siap membantu proses pengurusannya bagi yang belum memiliki. Selain itu, seleksi juga dilihat dari aspek kualitas rasa hingga kemasan produk dari total ratusan pendaftar awal yang kemudian dikurasi secara bertahap. Guna menjamin kepuasan konsumen, pengelola juga rutin meminta restok produk setiap bulan agar barang yang tersedia selalu dalam kondisi baru.
Melalui program pendampingan bagi 219 UMKM ini, para pelaku usaha dilaporkan berhasil mengalami peningkatan kelas, yang mulanya hanya memasarkan produk secara skala rumahan kini mulai merambah pasar yang lebih luas hingga tingkat instansi. Melalui gerakan membeli produk lokal, Yosi berharap masyarakat Kota Magelang dapat semakin sadar dan bangga menggunakan produk buatan daerah sendiri demi kemajuan bersama.
“Kalau masyarakat Kota Magelang masih membeli yang pabrikan di toko oleh-oleh yang lain, atau toko oleh-oleh yang mapan begitu ya, yang sudah namanya sudah terkenal, terus teman-teman ini UMKM nasibnya gimana.” tutup Yosi.
























































