MAGELANG, suaramerdekakedu.com – Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Mikro (DPPKUM) Kota Magelang berkolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Magelang dalam penyelenggaraan pelatihan kriya sepatu di IKM Center, Kota Magelang pada Kamis, (17/09/2026).
Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Mikro, Hetty Kusumawati mengungkapkan latar belakang diadakan pelatihan ini adalah mengingat potensi produk sepatu di Kota Magelang masih sangat minim dibandingkan produk kuliner.
Program pelatihan kriya sepatu yang baru digelar tahun ini diharapkan dapat mengangkat potensi kerajinan lokal dan membuka peluang bagi wirausaha baru.
“Untuk pelatihan kriya sepatu ini baru tahun ini kita mulai, Mba. Jadi di Kota Magelang sendiri kan potensi produk sepatu kan masih minim sekali. Ini kita coba untuk melatih para wirausaha baru agar mereka juga bisa nanti berkreasi di bidang sepatu,” ujarnya saat diwawancarai (17/09).
Proses pendaftaran dibuka melalui media sosial dengan wajib memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan. Hasil yang lolos seleksi sebanyak 20 orang peserta dari total pendaftar 40 orang. Fasilitas selama pelatihan diberikan secara gratis, seperti materi, bahan baku, hingga alat praktik yang digunakan.
Demi mendukung program ini, pihak penyelenggara mendatangkan langsung Gondo Wicaksono Pribadi sebagai narasumber yang berpengalaman di industri sepatu sejak tahun 2008 hingga sekarang. Gondo juga memiliki industri sepatu di Yogyakarta. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme peserta selama tiga hari pelatihan berlangsung.
“Cara pembuatannya, mulai dari desain, mulai ini, bagaimana lem itu ngelupas, bagaimana lem, kenapa lem kuat, bagaimana sepatu kok empuk, kenapa kadang kok keras, dan sebagainya. Di materi 3 hari kemarin itu cerita semua tanpa henti dan pulangnya yang harusnya jam 3, selalu di atas jam 4,” ungkapnya saat ditemui di tempat.
Selama menekuni bidang ini, Gondo menceritakan tantangan yang dialaminya adalah persaingan kompetitor lokal maupun luar negeri. Sedangkan tantangan selama pelatihan terletak pada bagaimana keberlanjutan peserta untuk meneruskan ilmu yang sudah dipelajari.
“Kemudian tantangan buat para peserta yang saat ini melakukan kegiatan, bagaimana kemudian setelah tahu untuk proses pembuatannya ini, kemudian terus ada backup supaya dia melanjutkan proses ini,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, pihak DPPKUM Kota Magelang bersama Dekranasda akan memastikan adanya sistem evaluasi serta pendampingan. Nantinya, peserta tidak hanya diberi pelatihan teknis dasar menjahit, tetapi juga diberikan akses untuk berkonsultasi dengan narasumber maupun melanjutkan proses produksi secara langsung membuka wirausaha baru di bidang kriya tersebut.
“Setelah pelatihan ini pun kalau misalnya teman-teman mau tetap konsultasi, tanya-tanya, Pak Gondo masih terbuka. Mau main ke workshop-nya sana di Bantul, disilakan juga. Saya harap peserta ini juga tidak berhenti setelah pelatihan ini, jadi ke depannya bisa mengembangkan produk yang lain,” pungkas Hetty di akhir wawancara.

























































