MAGELANG, suaramerdekakedu.com – Pemerintah Kota Magelang terus memperkuat sinergi dengan sektor swasta guna meningkatkan mutu kesehatan serta kesejahteraan masyarakat. Langkah nyata ini diwujudkan melalui agenda “Pembinaan Posyandu & Pembagian Bantuan dengan Indomaret” yang diselenggarakan di Pendopo Wali Kota Magelang, Rabu (23/9).
Acara yang memadukan layanan kesehatan dasar, bantuan sosial, serta pembekalan edukasi tersebut dihadiri oleh warga lokal, para kader Posyandu, serta jajaran pimpinan daerah. Kegiatan ini diposisikan sebagai momentum penting untuk pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan serta memperkuat fondasi tumbuh kembang anak sejak dini.
Sinergi antar sektor menjadi sorotan utama dalam kegiatan sosial ini. Dukungan dari pihak swasta, seperti Indomaret (PT Indomarco Prismatama) dan brand pendukung My Baby, dinilai memberikan dampak langsung bagi pemenuhan kebutuhan dasar warga.
Damar Prasetyono selaku Wali Kota Magelang menyampaikan, bahwa kolaborasi semacam ini memegang peranan penting dalam pembangunan daerah.
“Sinergi seperti inilah yang tentunya kita harapkan, antara pihak swasta, dunia usaha dengan pemerintah untuk masyarakat. Ini akan terus kita dorong dan kembangkan sehingga kolaborasi ini membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kota Magelang yang kita cintai,” ungkap Damar.
Rangkaian kegiatan tidak hanya berfokus pada pembagian sembako dan goodie bag, melainkan juga mencakup fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis bagi balita, keterlibatan pelaku UMKM lokal, serta sesi pembinaan teknis Posyandu.
Sesuai dengan kerangka regulasi terbaru, yakni Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, fungsi Posyandu kini bertransformasi menjadi lebih komprehensif. Posyandu tidak lagi sekadar menjadi pusat pemeriksaan fisik harian, melainkan berkembang menjadi wadah kelembagaan dan pembinaan lintas bidang, seperti pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Nanik Yunianti selaku Ketua TP Posyandu Kota Magelang, menghimbau masyarakat untuk lebih aktif memanfaatkan layanan Posyandu sebagai sarana belajar mandiri demi menciptakan kualitas keluarga yang lebih baik.
“Masyarakat yang berkualitas tentu diawali dari keluarga-keluarga dengan individu yang berkualitas. Pantau secara rutin tumbuh kembang anak, kenali tanda masalah, dan lakukan tindak lanjut sedini mungkin dengan datang ke Posyandu,” imbaunya.
Nanik yang juga merupakan seorang tenaga profesional perawat jiwa, ia hadir dalam kapasitasnya mendampingi masyarakat dengan mengisi sesi edukasi yang mendalam mengenai pola asuh dan tumbuh kembang anak.
Dalam paparannya, Nanik menekankan bahwa tumbuh kembang anak merupakan proses peningkatan ukuran fisik dan fungsi organ yang berjalan secara berkesinambungan sejak dalam kandungan hingga dewasa. Ia mengingatkan bahwa anak-anak tidak menuntut orang tua yang sempurna, melainkan orang tua yang mau hadir secara utuh, peduli, serta adaptif untuk belajar bersama.
“Anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna. Anak membutuhkan orang tua yang hadir, peduli, mau mendampingi, dan memberikan lingkungan yang aman penuh cinta sebagai fondasi utama anak untuk belajar,” jelasnya di hadapan para peserta.
Ia menggarisbawahi lima kebutuhan esensial anak yang wajib dipenuhi oleh setiap orang tua:
- Kasih Sayang: Pemberian perhatian, pelukan, dan rasa aman untuk membangun kepercayaan diri.
- Interaksi: Menjalin komunikasi yang aktif, mau mendengarkan tanpa cepat menghakimi, serta menerapkan komunikasi asertif.
- Bermain: Memberikan ruang kebebasan bagi anak untuk bereksplorasi dan mencoba hal-hal baru dengan batasan yang aman.
- Stimulasi: Memberikan rangsangan yang disesuaikan dengan tahapan usia anak.
- Perlindungan: Menjaga anak dari tindakan kekerasan, baik kekerasan fisik maupun kekerasan mental/psikologis.
Khusus mengenai poin perlindungan mental, Nanik memperingatkan dampak jangka panjang yang sering kali tidak terlihat secara kasat mata. Menurutnya, kekerasan mental atau perundungan berbasis digital/online dapat merusak kesehatan jiwa anak jika tidak dideteksi dan ditangani sejak dini.
Melalui pola pengasuhan yang berkualitas dan pemantauan kesehatan rutin di Posyandu, pemenuhan hak-hak anak diharapkan dapat berjalan secara maksimal di lingkungan keluarga. Peningkatan pemahaman orang tua dalam mengasuh anak menjadi salah satu kunci utama untuk melahirkan generasi penerus yang tangguh.
Rangkaian acara ini ditutup dengan harapan besar agar edukasi yang telah disampaikan dapat ditularkan kepada lingkungan sekitar. Penyiapan karakter anak sejak dini di tingkat keluarga menjadi fondasi strategis Kota Magelang dalam mendukung terwujudnya visi besar Generasi Emas Indonesia 2045.

























































