MAGELANG, suaramerdekakedu.com – Pemerintah Kota Magelang menggelar agenda Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Membangun Sinergi BUMD, Pemerintah Daerah, dan HIPMI Perguruan Tinggi UNTIDAR untuk Penguatan Ekonomi Daerah”, di Aula Perumda Air Minum Kota Magelang, Senin (21/9). Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kota Magelang, para direksi BUMD, serta perwakilan mahasiswa Universitas Tidar, pertemuan ini menekankan akan pentingnya penguatan jiwa bisnis dan kolaborasi demi mendongkrak perekonomian daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Damar Prasetyono selaku Wali Kota Magelang menekankan empat poin utama yang wajib dipegang teguh oleh seluruh pengelola BUMD. Setiap unit usaha BUMD diimbau untuk memiliki orientasi bisnis yang kuat, mengedepankan kolaborasi antar-OPD, terus berinovasi, serta berani menetapkan target kerja yang terukur. Kendati demikian, pencapaian target yang tinggi tersebut diharapkan tetap tidak membebankan masyarakat.
“Panjenengan semua yang sudah diberi amanah menjadi direktur dan juga bekerja di BUMD, yang pertama harus punya jiwa bisnis. Pada siang hari ini harus kolaborasi, saling mendukung karena di lingkungan Pemkot Magelang,” tegas Damar saat memberikan arahan.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya berorientasi pada keuntungan agar BUMD mampu menyumbang pendapatan bagi daerah. “Usaha panjenengan semua harus berorientasi profit dan harus untung,” tambahnya.
Salah satu fokus pembicaraan utama yang mengemuka dalam diskusi tersebut adalah rencana revitalisasi besar-besaran Taman Kyai Langgeng (TKL). Langkah revitalisasi ini dipandang krusial agar aset pariwisata peninggalan pendiri daerah tersebut tetap eksis dan relevan mengikuti perkembangan zaman. Pemerintah daerah mengapresiasi usulan revitalisasi TKL yang dinilai cukup rasional dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
“TKL selama ini kan ya tahu sendiri toh, masih jadul-lah. Ini butuh revitalisasi yang memang betul-betul sesuai dengan perkembangan zaman. Saya rasa usulan dari Pak Direktur tadi ya cukup menarik dan cukup rasional juga,” ungkap Damar Prasetyono dalam sesi wawancara usai acara. Ia menambahkan bahwa untuk merealisasikannya dibutuhkan kajian komprehensif yang tidak hanya berpatokan pada profit oriented, tetapi juga mengedepankan prinsip keberlanjutan (sustainable).
Sementara itu, Sri Widodo selaku Direktur Utama TKL memaparkan sejumlah konsep strategis untuk mengembalikan kejayaan TKL sebagai destinasi wisata unggulan. Rencana pembenahan tersebut mencakup penataan area depan (gate), pembangunan amphitheater untuk pergelaran musik dan seni budaya, hingga penguatan kembali konsep taman bunga Nusantara. Tak hanya itu, TKL juga berencana melakukan modernisasi wahana permainan berskala provinsi serta menggandeng pihak ketiga untuk menghadirkan atraksi lampu spektakuler.
“Jadi target saya yaitu wahana baru, kembali ke taman bunga. Kita pingin ke depan menerjemahkan program Bapak Wali Kota, Magelang ini untuk wisata seperti kayak Batu Malang,” ujar Sri Widodo. Ia meyakini bahwa dengan perkiraan skema investasi dan percepatan revitalisasi yang tepat, modal pengembangan dapat kembali dalam kurun waktu sekitar enam tahun sehingga mampu berkontribusi nyata pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Magelang.

























































