MAGELANG, suaramerdekakedu.com – Pemerintah Kota Magelang resmi membuka gelaran Borobudur Indonesia Expo 2026, sebuah pameran tahunan berskala nasional yang dirancang untuk mempercepat transformasi ekonomi daerah berbasis kerakyatan. Ajang ini digadang menjadi pengungkit bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus pintu masuk modernisasi kelembagaan koperasi di Jawa Tengah.
Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menegaskan bahwa keterbatasan sumber daya alam memaksa Kota Magelang mengandalkan sektor jasa dan ekonomi kreatif sebagai motor penggerak kesejahteraan warganya. Menurutnya, penyelenggaraan event berskala nasional seperti Borobudur Indonesia Expo 2026 menjadi salah satu strategi kunci untuk mendongkrak konsumsi masyarakat sekaligus menarik arus wisatawan ke kota tersebut.
Dalam sambutannya, Damar turut mengangkat gagasan garis imajiner yang menghubungkan Candi Borobudur dengan Gunung Tidar. Ia meyakini konsep itu menyimpan potensi besar untuk menempatkan Kota Magelang sebagai episentrum pariwisata dan ekonomi kreatif, atau yang ia sebut sebagai “The Heart of Java”.
Damar berharap rangkaian kegiatan seperti Borobudur Indonesia Expo dapat terus mengangkat UMKM lokal sekaligus membuka jejaring bisnis dengan daerah lain. Ia juga menyinggung urgensi rebranding koperasi agar lembaga tersebut kembali relevan dan dikenal luas, termasuk oleh generasi muda.
Gagasan tersebut mendapat sambutan positif dari dua narasumber lain dalam acara pembukaan. Perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi langkah Kota Magelang menghadirkan pameran berskala nasional ini. Damar menambahkan, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah selama ini banyak ditopang sektor konsumsi masyarakat, dengan pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai pintu masuk utama. Kontribusi sektor pengeluaran masyarakat terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Magelang bahkan disebut mencapai hampir 56 persen.
Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, yang turut hadir dalam pembukaan acara, menegaskan arah kebijakan perekonomian nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut koperasi kini ditempatkan setara dengan BUMN dan sektor swasta sebagai penggerak ekonomi bangsa.
Ferry menyoroti gagasan garis imajiner antara Candi Borobudur, yang mencatat kunjungan lebih dari 1,2 juta wisatawan per tahun, dan Gunung Tidar yang disampaikan Wali Kota Magelang. Ia menilai konsep tersebut sejalan dengan visi menjadikan Kota Magelang sebagai “The Heart of Java”.
Menindaklanjuti usulan rebranding koperasi, Menteri Koperasi memaparkan langkah percepatan transformasi koperasi nasional. Ia menegaskan bahwa UMKM merupakan aktivitas usaha, sementara koperasi adalah badan usahanya, sehingga pelaku UMKM perlu berkelompok dan berkonsolidasi membentuk koperasi agar lebih berdaya saing.
“Koperasi itu sudah tidak dipahami lagi bahkan oleh generasi muda dan kalangan milenial dan Gen Z,” ungkapnya.
Merespons tantangan yang dilontarkan Wali Kota Magelang, Ferry balik menantang Wali Kota Magelang, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, dan Bupati Temanggung Agus Setiawan untuk segera menampilkan klaster UMKM unggulan di daerah masing-masing, mulai dari kuliner, kriya fashion dan batik, sanggar seni tari, hingga komunitas kreator konten dan animator digital. Klaster yang telah dikurasi dan dibentuk menjadi koperasi dijanjikan mendapat pendampingan, inkubasi bisnis, dan pembiayaan langsung melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).
Di luar transformasi UMKM perkotaan, Menteri Koperasi juga memaparkan progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai program prioritas nasional. Dari target 30.000 unit gudang dan gerai di seluruh Indonesia, lebih dari 23.000 unit di antaranya telah rampung dibangun dan siap beroperasi.
Melalui Peraturan Presiden tentang Tata Kelola dan Operasional Kopdes Merah Putih yang telah ditandatangani, koperasi ini difungsikan sebagai rantai pasok utama penyaluran barang bersubsidi seperti beras SPHP, minyak goreng, LPG 3 kilogram, dan pupuk bersubsidi langsung dari Bulog, PT Pertamina Patra Niaga, dan PT Pupuk Indonesia kepada masyarakat, tanpa melalui mata rantai perantara.
Dengan visi yang digagas Wali Kota Magelang serta dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kementerian Koperasi, pembukaan Borobudur Indonesia Expo 2026 diharapkan menjadi salah satu pilar penguatan ekonomi kerakyatan menuju Indonesia Emas.

























































