WONOSOBO, suaramerdekakedu.com – posisi Wonosobo sebagai wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu menjadi salah satu potensi strategis dalam gagasan Serayu Agro Energy Edutourism Corridor(SAEEC). Melalui kunjungan kerja Perencana Ahli Utama (PAU) Kementerian PPN/Bappenas pada Jumat (11/09).
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat mengatakan pemanfaatan energi juga diarahkan untuk mendukung berbagai aktifitas masyarakat, antara lain penguatan Koperasi Merah Putih (KDMP), rantai pasok pangan untuk program Makan Bergizi Gratis(MBG), pengembangan wisata rafting melalui transportasi listrik, hingga pengolahan sampah di tingkat desa.
Begitupun dengan pengembangan SAAEC tidak semata – mata diarahkan untuk menghasilkan energi tetapi juga membangun ekonomi sirkular yang menghubungkan energi, pangan, pariwisata, dan pengelolaan lingkungan.
Dalam skala lebih luas, penguatan DAS Serayu membutuhkan kerja lintas wilayah dan lintas pemerintah, sebagai kepentingan bersama. Melalui forum ini diharapkan dapat memperkuat arah kebijakan nasional sehingga gagasan pengembangan DAS Serayu sebagai PSN dapat dikaji dan didorong lebih lanjut.
Kepala Bappeda Wonosobo, Tono Prihantoro menambahkan konsep SAEEC ini diharapkan menjadi model kolaborasi lintas sektor dalam mengoptimalkan potensii yang ada, ia menjelaskan pengembangan energi mikrohidro tidak berhenti pada penyediaan sumber Listrik semata, tetapi bagaimana energi dapat dimanfaatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Gagasan SAEEC dapat memanfaatkan hasil energi bersih melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), kemudian mendukung produktivitas pertanian, pengelolahan hasil pertanian.
Tono mengatakan posisi Wonosobo sebagai wilayah hulu DAS Serayu menjadi salah satu potensi strategis yang ingin dikembangkan melalui konsep tersebut. Sehingga kehadiran pemerintah pusat diharapkan dapat memperkuat sinkronisasi program sekaligus membuka peluang skema pembiayaan lebih inovatif.














































