WONOSOBO, suaramerdekakedu.com – kuliner khas Kabupaten Wonosobo bernilai seni melalui kerajinan gantungan kunci berbentuk miniatur. Karya kerajinan tangan pertama yang mengangkat ikon kuliner Wonosobo menjadi souvenir berbentuk asli. Gagasan dan ide awal karya dibuat oleh Arif Muji Prasetyo akrab disapa Awes, seniman seni rupa asli Wonosobo.
Awes mengatakan kerajinan miniatur ini dibuat semirip mungkin dengan aslinya seperti utamanya tempe kemul dan opak yang menjadi makanan ringan khas Kabupaten Wonosobo, ide utama pembuatan kerajinan gantungan kunci berasal dari pikiran banyaknya wisatawan yang selalu mencicipi kuliner Wonosobo lalu bagaimana membuat sesuatu yang dapat dibawa pulang, awet dan tetap mengingatkan pada rasa dan kehangatan kuliner khas Wonosobo.
“ tempe kemul adalah makanan yang sangat dicintai dan menjadi identitas kota ini (Wonosobo), setiap wisatawan pasti mencobanya, tapi setelah dimakan, habis, dan tidak tertinggal apa – apa,” ujar Awes
Ia mengatakan terdapat Paguyuban Kriya Wonosobo (PKW) yang dibentuk tahun 2026 sebagai wadah bagi seniman kriya di Wonosobo, peran paguyuban terhadap karya seni yang diciptakan Awes kali ini sebagai wadah,mendukung, memberikan dorongan, masukan, dan memfasilitasi pengenalan produk ke jaringan pelaku kriya, UMKM, serta pihak terkait seperti Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreastif Wonosobo.
“PKW membantu dalam memperkenalkan produksi ini di pameran dan acara seni budaya, sehingga produk ini bisa dikenal lebih luas, dan siap di distribusikan “ imbuhnya
Kerajinan tersebut berbahan utama lem plastik bakar, cukup dipanaskan menjadi lunak seperti tanah liat. Mudah diubah mengikuti bentuk asli makanan, setelah dingin bahan menjadi keras, kokoh, dan awet. Awes mengatakan bahwa bahan untuk pembuatan gantungan kunci sangat ramah lingkungan dan tidak berbahaya.
Adapun distribusi yang rencana sudah dilakukan oleh Awes meliputi swalayan, toko oleh – oleh khas Wonosobo,kawasan wisata kolam renang Kalianget bekerjasama dengan pihak koperasi, pusat informasi wisata dan galeri kerajinan Wonosobo, pameran kriya maupun acara wisata di Wonosobo. Tak luput melalui platform sosial media dan pemesanan online
“ Harapannya, produk ini bisa menjadi oleh – oleh wajib bagi setiap wisatawan yang berkunjung ke Wonosobo” ujar Awes
Satu produk kerajinan dapat selesai dibuat dalam waktu 15 sampai 20 menit, mulai dari pemanasan bahan, pembentukan, pewarnaan, hingga pengemasan.
Kerajinan ini mendapat banyak tanggapan baik dari masyarakat maupun dari tokoh Budaya seperti Agus Wuryanto, Bambang Sutejo, dan Narendra ( Duta wisata Wonosobo ) begitu juga dengan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Fahmi Hidayat mengapresiasi souvenir gantungan kunci kuliner khas Wonosobo tersebut.
Awes berharap produk ini bisa menambah nilai jual dan memperkenalkan tempe kemul kepada lebih banyak orang. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Wonosobo sangat mendukung karya lokal yang mengangkat budaya sendiri para pelaku UMKM dan penggiat Pariwisata.




















































