WONOSOBO, suaramerdekakedu.com – Sebanyak 15 petani di wilayah Kabupaten Wonosobo, melalui Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo tengah dipersiapkan sebagai penyuluh swadaya guna menjadi penggerak dan sumber belajar bagi petani lainnya.
Kepala bidang Bina Program dan Penyuluhan Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo, Umar Shoid mengatakan dengan adanya penyuluh swadaya diharapkan menjadi kekuatan baru dalam memperluas jangkauan penyuluhan pertanian.
“karena dalam kesehariannya mereka adalah petani, maka mereka lebih memahami persoalan dan kebutuhan yang dirasakan sesame petani. Sehingga yang disampaikan juga diharapkan lebih mudah dipahami oleh petani,”ujar Umar
Ia mengatakan penyuluh swadaya tidak untuk menggantikan penyuluh pertanian pemerintah, namun keberadaannya akan menjadi mitra dan kekuatan pendukung dalam mendampingi petani
Pembekalan dasar dipersiapkan untuk petani mengenai dasar – dasar kepenyuluhan, lalu dilibatkan dalam kegiatan edukasi petani. Model penyuluhan melibatkan petani dinilai memiliki keunggulan dapat langsung dikaitkan dengan persoalan yang dihadapi sehari – hari tidak hanya mengenai penyampaian materi.
Salah satu penyuluh swadaya, Andi Setiawan dilibatkan karena memiliki pengalaman di bidang budidaya melon dalam sekolah lapang budidaya melon yang sedang dilakukan Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo.
“ sebagai penyuluh swadaya saya menyambut baik upaya yang dilakukan Dinas untuk bersama – sama meng-edukasi masyarakat dan petani di Kabupaten Wonosobo,” ungkap Andi
Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Wonosobo, Dwiyama mengatakan keberadaan penyuluh swadaya akan terus dikembangkan melalui pola kolaborasi dengan penyuluh pertanian pemerintah.
“kita akan terus berupaya meningkatkan peran teman – teman penyuluh swadaya dalam berbagai kesempayan kepenyuluhan,” imbuhnya
Menurutnya keterlibatan petani yang memiliki keahlian khusus pada komoditas tertentu dalam berbagai kegiatan merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah dengan petani yang memiliki kompetensi di lapangan. Dan dengan harapan pola kolaborasi dapat terus diperluas sehingga banyak petani yang memiliki kemampuan dan pengalaman dapat berkontribusi dalam proses pembangunan pertanian




















































