WONOSOBO, suaramerdekakedu.com – Peluncuran program I – SEE oleh Yayasan Satu Karsa Karya(YSKK) (29/07/2026) di Pendopo Bupati menghasilkan penandatanganan MOU pemerintah Kabupaten Wonosobo dengan Yayasan Satu Karya Karsa (YSKK), merupakan bentuk penanganan Kesehatan mata yang lebih efektif, berkualitas dan berkelanjutan.
Program I – SEE (The Inclusive System for Effective Eye Care ) merupakan program kolaborasi dengan tujuan mendorong kebijakan kesehatan mata yang lebih responsif.
Program yang berlangsung selama lima tahun tersebutd idukung penuh Australia Aid, dan menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem layanan kesehatan mata yang efektif, inklusif, dan berkelanjutan
“ Dengan adanya MOU ini bisa bersinergi dan berkolaborasi, karena bentuknya pencegahan terhadap gangguan mata“ ungkap Afif Nurhidayat, Bupati Wonosobo. Program ini akan tersebar ke – 265 Desa dan kelurahan, juga ke bidang pendidikan yaitu dari tingkat SD/MI sampai SLTP/MTS. Afif Nurhidayat mengatakan kolaborani ini diharapkan menyasar seluruh lapisan masyarakat.
Menurut kepala Dinas Kesehatan Jaelani mengatakan bentuk kerjasama yang akan dilaksanakan dalam program I-SEE lima tahun kedepan dalam bentuk penanganan mengenai Kesehatan mata dan pencegahan sebelumnya. Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) tahun 2025, ditemukan indikasi gangguanpenglihatan pada 8,2 persen anak usia 7–17 tahun, ataus ebanyak 7.474 anak dari 91.306 anak yang menjalani skrining. Kegiatannya dimulai dari penguatan sistem yaitu kader yang ditingkat desa, guru di sekolah, tenaga Kesehatan di puskesmas, dan para tenaga Kesehatan spesialis mata dilatih, adapun oleh kaum rentan yang membutuhkan pemeriksaan mata namun jarak tempat tinggal dan akses Kesehatan cukup jauh, melalui program ini YSKK siap membantu akomodasi. Sehingga ada deteksi dini yang bisa dikendalikan terhadap gangguan Kesehatan mata.
Penguatan sistem Kesehatan mata yang inklusif dari YSKK. “ Harapannya setiap tahun ada assessment inklusifitas di layanan Kesehatan mata baik di puskesmas maupun rumah sakit sehingga no one left behind terbuka untuk semuanya “ Ungkap Iwan Setyoko selaku Direktur Yayasan dan Project director dalam program I-SEE
Ada pendampingan rehabilitatif dari YSKK untuk penyandang disabilitas netra sehingga secara psikologis dapat mandiri dengan situasi yang dihadapi.
Direktur YSKK mengungkapkan mudah – mudahan program dan kolaborasi ini berjalan dengan baik sehingga dari hulu sampai hilir bisa diperkuat dan sistem berjalan






















































