• Latest
  • Trending
  • All
  • Kedu
  • Wonosobo
  • Temanggung
  • Magelang
  • Purworejo
  • Nasional
  • Jawa Tengah
Guru, Berhentilah Sekadar Mengajar:

Guru, Berhentilah Sekadar Mengajar:

Juli 10, 2026
SM/Dok : Pengunjung sedang membaca buku dengan tenang di ruang baca yang merupakan fasilitas perpustakaan

Inovasi iMagelang dan Wisata Literasi : Strategi Disperpusip Kota Magelang Jaga Minat Baca Masyarakat

September 16, 2026
SM/Dok : Tirto Sumeto alias Pak Tir yang membawa gerobak pikul sederhana sedang berhenti menunggu pembeli di tepi jalan

Kisah Tirto, Kakek 64 Tahun yang Setia Memikul Kue Putu Keliling

September 16, 2026
SM/Dok : Bangunan Paseban Randu Alas, Area Sawah/Kebun Kedungsari, Secang, Magelang

Mengenal Paseban Randu Alas, Potensi Wisata Alam Baru di Magelang

September 16, 2026
Dakir berjualan kojek menggunakan sepeda ontelnya di kawasan Kota Magelang. (Arda/Suara Merdeka)

Kisah Penjual Kojek 40 Tahun Mengayuh Ontel Demi Mencari Nafkah

September 15, 2026
Suasana pengunjung di Gusto Pizza Sanden. (Arda/Suara Merdeka)

Gusto Pizza Buka Cabang Dekat Untidar Dengan Harga Ramah Kantong

September 15, 2026
Batu Lebih Dari 1 Ton Timpa Warga Saat Cari Ikan Di Temanggung

Batu Lebih Dari 1 Ton Timpa Warga Saat Cari Ikan Di Temanggung

September 15, 2026

Peringati HKG ke-54, PKK Kota Magelang Perkuat Peran di Masyarakat

September 15, 2026
Mengubah Lorong Tembok Dengan Nuansa Hijau: Kiprah Kampung Bersemi RW 04 Cacaban Magelang

Mengubah Lorong Tembok Dengan Nuansa Hijau: Kiprah Kampung Bersemi RW 04 Cacaban Magelang

September 15, 2026

Pedagang Jajanan di Magelang Keluhkan Program Makan Bergizi Gratis, Omzet Turun Drastis

September 15, 2026
Tim SAR Gabungan Buru 129 Korban Hilang KMP Virgo Transport 8 di Jalur Surabaya-Banjarmasin

Tim SAR Gabungan Buru 129 Korban Hilang KMP Virgo Transport 8 di Jalur Surabaya-Banjarmasin

September 15, 2026

Eks Bupati Kebumen Arif Sugiyanto Jadi Tersangka, Ditahan KPK dalam Kasus HGB Bogor

September 15, 2026
Karyono Tukang Reparasi Sepatu yang Memiliki Keterbatasan Namun Tetap Gigih Bekerja

Karyono Tukang Reparasi Sepatu yang Memiliki Keterbatasan Namun Tetap Gigih Bekerja

September 15, 2026
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
  • Tentang Kami
Rabu, September 16, 2026
  • Login
SUARA MERDEKA KEDU
  • Home
  • Kedu
    • All
    • Kebumen
    • Magelang
    • Purworejo
    • Temanggung
    • Wonosobo
    SM/Dok : Pengunjung sedang membaca buku dengan tenang di ruang baca yang merupakan fasilitas perpustakaan

    Inovasi iMagelang dan Wisata Literasi : Strategi Disperpusip Kota Magelang Jaga Minat Baca Masyarakat

    SM/Dok : Tirto Sumeto alias Pak Tir yang membawa gerobak pikul sederhana sedang berhenti menunggu pembeli di tepi jalan

    Kisah Tirto, Kakek 64 Tahun yang Setia Memikul Kue Putu Keliling

    SM/Dok : Bangunan Paseban Randu Alas, Area Sawah/Kebun Kedungsari, Secang, Magelang

    Mengenal Paseban Randu Alas, Potensi Wisata Alam Baru di Magelang

    Dakir berjualan kojek menggunakan sepeda ontelnya di kawasan Kota Magelang. (Arda/Suara Merdeka)

    Kisah Penjual Kojek 40 Tahun Mengayuh Ontel Demi Mencari Nafkah

    Suasana pengunjung di Gusto Pizza Sanden. (Arda/Suara Merdeka)

    Gusto Pizza Buka Cabang Dekat Untidar Dengan Harga Ramah Kantong

    Batu Lebih Dari 1 Ton Timpa Warga Saat Cari Ikan Di Temanggung

    Batu Lebih Dari 1 Ton Timpa Warga Saat Cari Ikan Di Temanggung

    Peringati HKG ke-54, PKK Kota Magelang Perkuat Peran di Masyarakat

    Mengubah Lorong Tembok Dengan Nuansa Hijau: Kiprah Kampung Bersemi RW 04 Cacaban Magelang

    Mengubah Lorong Tembok Dengan Nuansa Hijau: Kiprah Kampung Bersemi RW 04 Cacaban Magelang

    Pedagang Jajanan di Magelang Keluhkan Program Makan Bergizi Gratis, Omzet Turun Drastis

    Eks Bupati Kebumen Arif Sugiyanto Jadi Tersangka, Ditahan KPK dalam Kasus HGB Bogor

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Jawa Tengah
    SM/Dok : Pengunjung sedang membaca buku dengan tenang di ruang baca yang merupakan fasilitas perpustakaan

    Inovasi iMagelang dan Wisata Literasi : Strategi Disperpusip Kota Magelang Jaga Minat Baca Masyarakat

    SM/Dok : Tirto Sumeto alias Pak Tir yang membawa gerobak pikul sederhana sedang berhenti menunggu pembeli di tepi jalan

    Kisah Tirto, Kakek 64 Tahun yang Setia Memikul Kue Putu Keliling

    SM/Dok : Bangunan Paseban Randu Alas, Area Sawah/Kebun Kedungsari, Secang, Magelang

    Mengenal Paseban Randu Alas, Potensi Wisata Alam Baru di Magelang

    Peringati HKG ke-54, PKK Kota Magelang Perkuat Peran di Masyarakat

    Eks Bupati Kebumen Arif Sugiyanto Jadi Tersangka, Ditahan KPK dalam Kasus HGB Bogor

    Siapkan Layanan Paspor Haji 2027 Imigrasi Semarang Jalin Kerja Sama dengan Kemenhaj di Lima Kabupaten Kota

    Siapkan Layanan Paspor Haji 2027 Imigrasi Semarang Jalin Kerja Sama dengan Kemenhaj di Lima Kabupaten Kota

    Perkuat Kepastian Hukum Perkawinan Campur, Kanim Semarang Gelar FGD Lintas Instansi

    Perkuat Kepastian Hukum Perkawinan Campur, Kanim Semarang Gelar FGD Lintas Instansi

    ITAS Mahasiswa Malah Jadi Direktur Perusahaan

    ITAS Mahasiswa Malah Jadi Direktur Perusahaan

    Di Tengah Isu Global, Imigrasi Catatkan Kenaikan PNBP 6.42% dari Sektor Visa pada Semester I Tahun 2026

    Di Tengah Isu Global, Imigrasi Catatkan Kenaikan PNBP 6.42% dari Sektor Visa pada Semester I Tahun 2026

    Overstay Lebih dari Dua Bulan, WNA Timor Leste Diproses Imigrasi Semarang

    Overstay Lebih dari Dua Bulan, WNA Timor Leste Diproses Imigrasi Semarang

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Yogyakarta
    Road to 1st Anniversary, MOX Space Salurkan 100 Paket Makanan dan Kunjungi Panti Asuhan

    Road to 1st Anniversary, MOX Space Salurkan 100 Paket Makanan dan Kunjungi Panti Asuhan

    Run for Moxverse, Tak Sekadar Lari tapi Juga Berbagi Kepedulian

    Run for Moxverse, Tak Sekadar Lari tapi Juga Berbagi Kepedulian

    Kejar Penjambret Hingga Tewas, Seorang Suami di Sleman Ditetapkan Sebagai Tersangka

    Kejar Penjambret Hingga Tewas, Seorang Suami di Sleman Ditetapkan Sebagai Tersangka

    Laka Maut di Jalan Cawas-Bayat: Tabrakan Adu Banteng, Pengendara Asal Gunungkidul Tutup Usia

    Laka Maut di Jalan Cawas-Bayat: Tabrakan Adu Banteng, Pengendara Asal Gunungkidul Tutup Usia

    Aktivitas Meningkat, Gunung Merapi Semburkan Lava Pijar 5 Kali dengan Kegempaan yang Terus Bertambah

    Aktivitas Meningkat, Gunung Merapi Semburkan Lava Pijar 5 Kali dengan Kegempaan yang Terus Bertambah

  • Nasional
    Tim SAR Gabungan Buru 129 Korban Hilang KMP Virgo Transport 8 di Jalur Surabaya-Banjarmasin

    Tim SAR Gabungan Buru 129 Korban Hilang KMP Virgo Transport 8 di Jalur Surabaya-Banjarmasin

    Sorotan Publik Terpusat pada Nadin Amizah, Dari Masalah Bagasi Musisi hingga Tudingan Power Abuse

    Sorotan Publik Terpusat pada Nadin Amizah, Dari Masalah Bagasi Musisi hingga Tudingan Power Abuse

    Bebas ‘Asbun’ Usai Purbaya Dicopot dari Menkeu, Curhat Sang Putra Jadi Sorotan Netizen

    Bebas ‘Asbun’ Usai Purbaya Dicopot dari Menkeu, Curhat Sang Putra Jadi Sorotan Netizen

    Tertekan Pasar Asia, Nilai Tukar Rupiah Tergerus ke Rp17.694 per Dolar AS

    Tertekan Pasar Asia, Nilai Tukar Rupiah Tergerus ke Rp17.694 per Dolar AS

    Siap-Siap Rogoh Kocek, Ini Perbandingan Galaxy Z Fold8 Ultra vs Z Flip8 & Target Pasarnya

    Sofwan Dedy Ardyanto Desak Audit Keselamatan Pelayaran Usai Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2

    Sofwan Dedy Ardyanto Desak Audit Keselamatan Pelayaran Usai Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2

    Minta Ditinjau Ulang, DPR Khawatir Pembatasan Kadar Nikotin Matikan Petani Tembakau

    Minta Ditinjau Ulang, DPR Khawatir Pembatasan Kadar Nikotin Matikan Petani Tembakau

    Kisah Dibalik Nama Bayi ‘ Muhammad MBG Subianto ‘ – Rasa Syukur dan Senang Orang Tua Terhadap Program MBG

    Kisah Dibalik Nama Bayi ‘ Muhammad MBG Subianto ‘ – Rasa Syukur dan Senang Orang Tua Terhadap Program MBG

    Run for Moxverse, Tak Sekadar Lari tapi Juga Berbagi Kepedulian

    Run for Moxverse, Tak Sekadar Lari tapi Juga Berbagi Kepedulian

    Putra Magelang, Boyke Rachmanda Perkuat Jajaran Pengurus Pusat IKAL Lemhannas RI 

    Putra Magelang, Boyke Rachmanda Perkuat Jajaran Pengurus Pusat IKAL Lemhannas RI 

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
  • Internasional
  • Olahraga
  • Hiburan
No Result
View All Result
SUARA MERDEKA KEDU
No Result
View All Result
Home Nasional

Guru, Berhentilah Sekadar Mengajar:

Mengembalikan Poros ”Heart” dalam Trilogi 3H

by admin
Juli 10, 2026
in Nasional
0
Guru, Berhentilah Sekadar Mengajar:
527
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

OPINI, suaramerdekakedu.com – Guru sebagai rahim pendidikan. Begitulah seharusnya yang terjadi di bangku persekolahan. Namun, akhir-akhir ini muncul fenomena berat sebelah dalam porsi trilogi 3H. Fenomena ini dimulai dengan statement awal di mana tugas pokok seorang pengajar dilumpuhkan dengan segudang pekerjaan yang sifatnya administratif serta target kurikulum yang boleh dibilang terlalu bertele-tele jika dihadapkan dengan waktu efektif pembelajaran di unit pendidikan. Fenomena penyimpangan yang lain terjadi di dalam kelas, di mana guru memberikan porsi besar untuk mengajar dibandingkan mendidik. Berangkat dari fenomena tersebut, tulisan ini dibuat.

Di kemudian hari, kesalahan teknis di atas menghasilkan fenomena baru yang disebut ”menghasilkan generasi pintar yang rapuh”. Padahal, tujuan utama sekolah dibangun adalah menghasilkan generasi yang berakal, bukan sekedar pintar. Guru atau pedagog sejatinya bukan hanya pelaksana teknis mengajar, melainkan praktisi yang memanusiakan manusia. Sekolah seharusnya difungsikan untuk menumbuhkan akal sehat, sehingga baguslah input dan output para peserta didik dalam menafsirkan fenomena di lingkungannya, baik akademik maupun sosiokultur. Karena hakikatnya, anak yang pergi ke sekolah akan kembali dengan akal yang sehat di tengah masyarakat. Lalu, apa urgensinya ketika guru mendahulukan ”ajaran” dibandingkan ”didikan”?

Sebelum masuk ke inti pembahasan, perlu dipahami sejauh mana konfigurasi antara teori dan praktik melahirkan fakta kaprahnya dunia pendidikan saat ini. Banyak orang meyakini bahwa para filsuf terdahulu mempelajari kehidupan dengan sangat akurat. Karena itu, teori mereka mampu bertahan hingga berabad-abad lamanya. Pestalozzi misalnya, dengan teori Head-Heart- Hand (Abad 18). Pada abad yang sama, teori trilogi Pestalozzi amat kental dengan nuansa kognitifisme (cognitive-heavy) dan bertahan sampai pendidikan modern saat ini.

Kendati demikian, sangat disayangkan jika pendidikan modern saat ini mengalami ketimpangan yang sangat signifikan. Ketika banyak data baik domestik, internal, eksternal hingga global tentang penurunan kualitas pendidikan diakses dan disaksikan banyak orang, hal ini membuktikan bahwa kualitas pendidikan saat ini mempertanyakan kembali fungsi pendidikan yang sebenarnya. UNESCO mengingatkan bahwa pendidikan modern terlalu menekankan fungsi instrumental-ekonomi dibandingkan pembentukan manusia secara utuh. OECD melalui PISA juga menunjukkan bahwa dimensi global competence—yang mencakup empati, toleransi, dan kesadaran sosial—masih belum terintegrasi secara optimal dalam praktik pembelajaran. Di sisi lain, penurunan kualitas peserta didik untuk bersikap santun, perundungan, kekerasan pelajar, dan berbagai bentuk kenakalan remaja masih menjadi persoalan serius. Bahkan, dalam beberapa kasus, peserta didik terlibat dalam tindakan kriminal yang mencerminkan lemahnya internalisasi nilai, sikap, dan karakter. Hal tersebut menunjukkan disfungsi pendidikan.

Lalu, sebenarnya apa itu pendidikan? Siapa orang yang terdidik itu? Apa bedanya dididik dan diajar? Apakah pintar berarti menjadi manusia yang utuh—utuh dalam nilai, sikap, dan karakter? Perlu diketahui bahwa saat ini, arah pendidikan modern sedang mengalami degradasi nilai dan identitas pendidikan. Akar permasalahan di atas tidak lain adalah disfungsi ruang pembelajaran yang seharusnya memberikan porsi besar terhadap didikan bukan ajaran, bukan pula sekadar transfer ilmu pengetahuan.

Dalam paradigma pendidikan Holistik-Integratif 3H Wahyono (Heart, Head, Hand), perlu ditegaskan kembali bahwa pendidikan berarti ”mendidik” bukan ”mengajar”. Fenomena seperti sekarang seakan menjadi konfigurasi yang tipis namun fatal. Guru seharusnya memberikan porsi paling besar terhadap ”didikan”, baru kemudian disusul ”ajaran” dan ”keterampilan”. Karena hanya dengan ”dididik”, seorang peserta didik mampu menginternalisasi kepekaan dari dalam hatinya yang disebut dengan norma. Norma tersebut membantu akal untuk membedakan baik dan buruk, keseharusan dalam bersikap boleh, dapat, dan bisa sehingga menghasilkan kendali diri, rekognisi, dan penghargaan terhadap ilmu. Dengan fondasi tersebut, peserta didik diharapkan mampu mengenali lingkungan, menghormati ilmu, dan memberikan output positif berdasarkan kendali diri.

Berdasarkan uraian di atas, pendidikan yang ideal tidak semata-mata mengenai proses mengajar untuk mencerdaskan peserta didik, tetapi juga proses untuk mendidik dan menumbuhkan sikap atau hati, akal, dan keterampilan dengan seimbang agar menjadi manusia yang utuh dalam nilai, sikap, dan karakter. Oleh karena itu, guru perlu menerapkan paradigma Holistik-Integratif 3H Wahyono secara sungguh-sungguh dengan mengedepankan didikan (heart) sebelum mengajar (head) dan membina (hand) sehingga sekolah mampu mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan bertanggung jawab. Dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, prinsip tersebut dapat diintegrasikan melalui perancangan modul ajar Kurikulum Merdeka dengan menempatkan heart pada penguatan karakter dan refleksi nilai, head pada penguasaan konsep dan pengembangan kemampuan berpikir kritis, serta hand pada tugas proyek, penciptaan produk, dan aksi nyata  peserta didik. Integrasi tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai komponen modul ajar, mulai dari pendekatan, metode, hingga evaluasi. Pada tataran pendekatan, konsep deep learning dapat dikolaborasikan dengan teori 3H melalui pembelajaran yang mindful (heart), meaningful (head), dan joyful (hand) yang diimplementasikan melalui model atau metode pembelajaran yang memberi ruang bagi peserta didik untuk berkolaborasi, berpikir kritis, dan berkarya. Sementara itu, evaluasi pembelajaran perlu diarahkan pada penilaian autentik yang mencakup portofolio, proyek, refleksi diri, dan unjuk kerja sehingga karakter, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik dapat dinilai secara holistik.

 

Penulis

Marfiah Neza Aisyafa

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Tidar

Share211Tweet132Share53
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Putra Magelang, Boyke Rachmanda Perkuat Jajaran Pengurus Pusat IKAL Lemhannas RI 

Putra Magelang, Boyke Rachmanda Perkuat Jajaran Pengurus Pusat IKAL Lemhannas RI 

Juli 12, 2026
PBSI Gelar Kejurkab Bulu Tangkis “Bupati Wonosobo Cup 2026”, Jaring Bibit Atlet Usia Dini hingga Antar Instansi

PBSI Gelar Kejurkab Bulu Tangkis “Bupati Wonosobo Cup 2026”, Jaring Bibit Atlet Usia Dini hingga Antar Instansi

Juli 8, 2026
Pusaran Kedua: Ketika Polisi Menyidik “Jaksa Super”

Pusaran Kedua: Ketika Polisi Menyidik “Jaksa Super”

Juli 10, 2026
Inilah Asal Usul Ayam Kedu, Ayam Abad 12 yang Ditangkarmurnikan Tjokromiharjo pada 1924

Inilah Asal Usul Ayam Kedu, Ayam Abad 12 yang Ditangkarmurnikan Tjokromiharjo pada 1924

0
Tasyakuran Hasil Tani dan Merajut Kerukunan Terlihat di Desa Buntu Kejajar

Tasyakuran Hasil Tani dan Merajut Kerukunan Terlihat di Desa Buntu Kejajar

0
Kunjungan Wisatawan Libur Nataru 2025–2026 di Wonosobo Capai 197.058 Orang

Kunjungan Wisatawan Libur Nataru 2025–2026 di Wonosobo Capai 197.058 Orang

0
SM/Dok : Pengunjung sedang membaca buku dengan tenang di ruang baca yang merupakan fasilitas perpustakaan

Inovasi iMagelang dan Wisata Literasi : Strategi Disperpusip Kota Magelang Jaga Minat Baca Masyarakat

September 16, 2026
SM/Dok : Tirto Sumeto alias Pak Tir yang membawa gerobak pikul sederhana sedang berhenti menunggu pembeli di tepi jalan

Kisah Tirto, Kakek 64 Tahun yang Setia Memikul Kue Putu Keliling

September 16, 2026
SM/Dok : Bangunan Paseban Randu Alas, Area Sawah/Kebun Kedungsari, Secang, Magelang

Mengenal Paseban Randu Alas, Potensi Wisata Alam Baru di Magelang

September 16, 2026
SUARA MERDEKA KEDU

Copyright © 2024 SuaraMerdekaKedu.com.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Kedu
    • Temanggung
    • Purworejo
    • Magelang
  • Wonosobo
  • Jawa Tengah
  • Yogyakarta
  • Nasional
  • Internasional

Copyright © 2024 SuaraMerdekaKedu.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In