TEMANGGUNG, suaramerdekakedu.com – Rustiningsih Dian Puspitasari atau Rusti Dian meluncurkan Her Voice Temanggung sebagai sebuah inisiatif sipil yang berfokus pada perhatian terhadap berbagai masalah perempuan. Gerakan ini menekankan pentingnya pendidikan mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan seksual. Her Voice didirikan oleh Rusti bersama seorang sahabatnya pada tanggal 1 November 2023. Kehadirannya muncul dari keprihatinan terhadap banyaknya laporan kekerasan seksual yang diterima Rusti di wilayah Temanggung.
Rasa peduli Rusti terhadap isu perempuan berkaitan dengan pengalaman pribadinya yang pernah dialaminya. Ia mengaku pernah mengalami pelecehan seksual dan child grooming. Pengalaman ini membuatnya semakin terdorong untuk mempelajari masalah gender, terutama yang berkaitan dengan perempuan. Ketertarikan tersebut lanjut menjadi bagian dari studi akademiknya hingga dijadikan skripsi saat menempuh pendidikan Ilmu Komunikasi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
“Aku enggak punya safe space untuk curhat apa yang aku alami. Aku enggak bisa melawan karena pelakunya adalah mentorku yang usianya mungkin lebih dari 10 tahun di atasku,” ucap Rusti, dikutip dari Kompas.com, saat ditemui di Universitas Balakarta, Temanggung, Sabtu (5/9).
Ide untuk mendirikan Her Voice semakin kuat setelah Rusti mendapatkan laporan tentang berbagai kasus kekerasan seksual di Temanggung. Pada saat bersamaan, ia sedang mengikuti pelatihan di Lembaga Partisipasi Perempuan. Pengalaman ini mendorong Rusti untuk menciptakan sebuah wadah yang berfokus pada pendidikan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual. Bersama rekannya, Her Voice Temanggung kemudian resmi didirikan pada 1 November 2023.
“Aku bertekad bikin safe space buat teman-teman perempuan. Pengin jadi tempat untuk cerita dan saling merangkul satu sama lain,” jelas Rusti.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Her Voice adalah pembuatan pembalut kain bekerja sama dengan kelompok seni dan kriya kreatif bernama Jelujuran. Aktivitas ini menjadi salah satu cara Her Voice untuk mengangkat isu-isu perempuan dalam diskusi yang lebih dekat dengan masyarakat. Selain itu, Rusti juga aktif dalam merespon narasi yang merugikan perempuan di dunia digital.




















































