
MAGELANG, kedu.suaramerdeka.com – Sepinya pembeli membuat pedagang di Shelter Kuliner Sunan Giri, Kota Magelang, kesulitan memperoleh penghasilan. Kondisi ini dirasakan sejak Lebaran 2025, ketika penjualan mulai menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu pedagang bubur, Sandi Bramantyo, mengatakan, sebelum penjualan menurun, ia bisa menjual rata-rata 50 hingga 60 mangkuk per hari. Kini, ia kesulitan mencapai penjualan 25 hingga 30 mangkuk sehari.
“Rata-rata sih 50 sampai 60 mangkuk per hari, kalau sekarang mau ke 25–30 aja susah banget,” ungkapnya saat ditemui di Shelter Kuliner Sunan Giri.
Untuk menjangkau lebih banyak pembeli, Sandi juga melayani pesanan secara online. Namun, cara tersebut belum mampu mendongkrak penjualan. Jumlah pembelian secara langsung maupun online masih sama-sama sepi.
“Mau online offline tetap sama aja. Ya 30 itu total pembeli dari online dan offline” jelasnya.
Menurut Sandi, jumlah pembeli biasanya meningkat saat tanggal merah atau ketika ada kegiatan di Akademi Militer (Akmil) yang lokasinya tidak jauh dari shelter. Namun, keramaian tersebut hanya berlangsung selama satu hingga dua hari. Di luar momen tersebut, jumlah pembeli cenderung sepi.
Sepinya pembeli membuat Sandi kesulitan memperoleh keuntungan. Ia mengatakan, hasil penjualan terkadang hanya cukup untuk membeli bahan dagangan untuk keesokan harinya.
“Penghasilan saya cuma untuk belanja buat besok, kadang-kadang sampai kayak gitu saking parahnya,” ujarnya saat diwawancarai.
Sandi mengaku belum pernah merasakan penurunan penjualan separah saat ini selama menjalankan usahanya. Ia telah berjualan sejak 2020 dan menilai kondisi sekarang menjadi salah satu masa tersulit yang dihadapinya.
Selain kondisi ekonomi, Sandi menilai lokasi shelter yang berada di pinggiran Kota Magelang, dekat perbatasan dengan wilayah kabupaten, mungkin turut memengaruhi jumlah pembeli. Meski demikian, ia belum berencana pindah ke lokasi lain karena membutuhkan biaya tambahan.
“Untuk sementara sih di sini dulu, karena enggak ada uangnya kalau mau pindah-pindah. Butuh biaya juga kan?” ujarnya.
Shelter Kuliner Sunan Giri telah menjadi tempat berjualan pedagang kuliner sejak 2012. Sementara itu, bangunan shelter yang digunakan saat ini telah berdiri sekitar tiga tahun terakhir.
Saat ini, terdapat sembilan pedagang yang berjualan pada pagi hingga sore hari dan satu pedagang yang beroperasi pada malam hari. Aktivitas berjualan dimulai sejak pukul 05.00, dengan pedagang yang berjualan hingga sore menutup lapaknya sekitar pukul 17.00.
Di tengah kondisi tersebut, Sandi berharap pemerintah dapat memperbaiki perekonomian agar daya beli masyarakat kembali meningkat. Dengan begitu, aktivitas jual beli diharapkan kembali ramai dan pedagang dapat memperoleh penghasilan yang lebih baik.
“Pemerintahnya dibenahilah secara eekonominya biar roda ekonomi di masyarakat bisa berjalan lagi kayak yang tahun sebelum-sebelumnyalah. Kalau ini benar-benar parah semua lini kayaknya benar-benar terpuruk soal ekonomi ya,”pungkasnya.










































