MAGELANG, suaramerdekakedu.com – Kawasan Paseban Randu Alas mulai menjadi daya tarik masyarakat Magelang. Asri, sejuk dan unik adalah gambaran pertama kali saat mendatangi tempat wisata ini. Berlokasi di Desa Candiretno, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang pengunjung bisa mendapatkan pemandangan pepohonan, ladang sawah hingga sungai.
Perjalanan panjang sampai menjadi Randu Alas, diungkapkan oleh Sri Widwi Rahayu (Siwi) selaku pengurus Randu Alas sekaligus cikal bakal dari pertama kali tempat ini dibangun. Awalnya tempat ini merupakan lahan yang terbengkalai, namun sejak tahun 2014 mulai bertansformasi menjadi lahan rekreasi. Lahan ini merupakan lahan milik pribadi warga Payaman yang digunakan khusus untuk liburan keluarga. Lahan ini diperluas yang sebelumnya 3.000 meter, kini bertambah menjadi 5 hektar.
“Saya kerja di sini ya. Tetapi saya tuh mulai cikal bakal. Jadi sebelum sini dibangun, saya yang pertama kali masuk sini,” ujarnya saat diwawancarai (26/08).
Namun, seiring dengan perluasan lahan dan pembangunan yang terus dilakukan, tempat ini mulai diminati masyarakat luas yang dikenal dengan nama Paseban Randu Alas. Nama tersebut diambil karena sebelumnya lahan ini dipenuhi oleh pohon randu.
Paseban Randu Alas dimanfaatkan sebagai destinasi wisata untuk berbagai kegiatan, seperti outbound, area kemah, acara senam ibu-ibu PKK, hingga kegiatan mahasiswa. Bahkan banyak pengunjung sampai melakukan reservasi untuk berbagai kegiatan yang cocok dijadikan tempat berkumpul bersama keluarga, pasangan atau sahabat.
Uniknya bangunannya memiliki berbagai bentuk yang berbahan dasar kayu. Fasilitas seperti mushola, toilet, tempat parkir, hingga tempat bersantai telah tersedia. Pengunjung juga dapat memesan makanan atau minuman di angkringan sambil bersantai menikmati pemandangan. Bahkan bagi anak-anak telah disediakan area bermain bersama burung dan ayam. Sensasi seru lainnya, pengunjung dapat turun ke sungai.
Meski baru dibuka satu tahun yang lalu, Paseban Randu Alas mulai ramai dikunjungi. Akan tetapi, pihak pengelola belum memberlakukan harga tiket masuk (HTM). Pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir kendaraan atau biaya kebersihan jika menyewa area untuk acara. Pihak pengelola akan memberlakukan HTM saat pembangunan selesai sekaligus peresmian Paseban Randu Alas.
“Di sini masih free, belum buka, iya. Jadi belum ada HTM, cuma kalau yang sewa tempat, gedung, itu baru kena cas untuk kebersihan Rp10.000 per orang” ungkap Siwi.
Paseban Randu Alas beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB. Pihak pengelola berharap, setelah seluruh fasilitas selesai dibangun dan diresmikan, kawasan ini dapat menjadi tempat rekreasi bagi masyarakat Magelang dan sekitarnya.













































