MAGELANG, kedu.suaramerdeka.com – Dakir, penjual kojek warga Kali Tengah, masih setia berjualan keliling menggunakan sepeda ontelnya. Usaha ini telah ia jalankan selama 40 tahun untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Di usianya yang tak lagi muda, semangat beliau dalam mencari nafkah terus membara. Dengan menggunakan sepeda ontel tua ia menaruh harapan besar untuk keberlangsungan hidupnya.
Sejak tahun 1984, ia berjualan keliling menggunakan sepeda ontelnya di sekitar Kota Magelang. Sepeda ontel tua yang digunakannya menjadi saksi perjalanan panjang Dakir dalam menghidupi keluarganya. Berjualan dengan sepeda bukan hanya sekadar mencari uang, melainkan juga mempertahankan kebiasaan yang telah ia jalani selama puluhan tahun.
“Malah nyantai nyepeda. Nek nyepeda kan sekalian olahraga,” ujar Dakir dengan penuh percaya diri pada Selasa (19/8).
Dakir mengaku tidak merasa terbebani dengan rutinitas berjualan dengan menggunakan sepeda ontelnya setiap hari. Ia justru merasa bahwa menggunakan sepeda setiap hari bukan sekadar sarana untuk mencari nafkah, melainkan cara santai agar tubuhnya tetap aktif berolahraga di usianya yang tak lagi muda. Menurutnya, bersepeda sambil berjualan membuatnya tidak merasakan kelelahan meskipun harus berpindah-pindah lokasi. Kebiasaan ini justru menjadi salah satu cara untuk Dakir tetap sehat di tengah pertambahan usianya.
Dakir cukup konsisten dalam membagi waktu jualannya secara teratur. Ia mulai berangkat berjualan sekitar pukul 10.00 WIB untuk mangkal di area Pasar Kebonpolo. Setelah itu ia berpindah tempat di daerah Kampus Untidar Tuguran sampai jam 16.30 WIB. Apabila dagangan tersebut belum habis sampai sore, ia berpindah lokasi ke kawasan Pom Bensin Menowo dan memastikan sudah tiba di rumah sebelum maghrib. Perpindahan tempat ini dilakukan agar dagangannya dapat terjual dan pendapatannya pada hari itu dapat terpenuhi untuk kebutuhan keluarganya.
“Saya salut dengan semangat Pak Dakir, usianya yang sudah tua tapi masih kuat berjualan keliling pakai sepeda ontel dan kojek yang beliau jual juga rasanya enak porsinya banyak,” ujar Aulia selaku pembeli kojek.
Menurut Aulia, semangat Dakir dalam berjualan menjadi hal yang membuatnya kagum. Meski usianya yang tidak muda, Dakir masih tetap berkeliling menggunakan sepeda ontel untuk mencari nafkah. Hal tersebut menunjukkan kegigihan Dakir dalam memnuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Selama bertahun-tahun berjualan, sepeda ontel telah menjadi bagian penting dalam kehidupan Dakir. Ontelnya yang sederhana tidak hanya sebagai transportasi, tetapi juga sebagai sarana untuk mencari rezeki. Di tengah kemajuan teknologi serta meningkatnya jumlah pengguna kendaraan modern, Dakir tetap memilih untuk mempertahankan sepeda ontelnya. Kesetiaan menggunakan sepeda ini mencerminkan ketekunan seorang kepala keluarga dalam melaksanakan pekerjaannya dengan cara yang sederhana.













































