WONOSOBO, suaramerdekakedu.com – Gagasan Serayu Agro Energy Edutourism Corridor (SAAEC) dorong pengembangan kawasan Serayu sebagai ekosistem pembangunan terpadu. Gagasan tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja Perencana Ahli Utama (PAU) Kementrian PPN/Bappenas. Jumat (11/09)
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat mengatakan kehadiran Bappenas menajdi kesempatan untuk bersama – sama melihat potensi apa yang dapat dikembangkan, manfaat dan dihasilkan bagi masyarakat.
Pemkab Wonosobo menyampaikan peluang SAAEC sebagai model penegmbangan kawasan yang mengintegrasikan potensi alam, ekonomi, energi, pangan, pendidikan, dan pariwisata dengan masyarakat sebagai penerima manfaat utama. Usulan pengembangan polit project SAEEC di desa Mergosari, Kecamatan Sukoharjo, dengan pendekatan Food Energy Water(FEW) Nexus lalu diperkuat dengan pendekatan Water Energy Food Ecosystem(WEFE) Nexus.
“kita ingin membangun satu ekosistem di mana air menghasilkan energi, energi menguatkan pangan, pangan menggerakkan ekonomi, dan semuanya tetap menjaga ekosistem.” Jelas Afif.
Posisi Wonosobo dalam Kawasan Swasembada Pangan, Air dan Energi (KSPAE) Dieng – Serayu-Bogowonto sebagaiaman tercantum dalam RPJMN 2025-2029 sejalan dengan pengembangan SAAEC untuk membangun sirkulasi yang menghubungkan energi, pangan, pariwisata dan pengelolaan lingkungan.
Selain serayu, Bupati Afif juga menyoroti keterkaitan pengembangan kawasan dengan Dieng yang memiliki posisi pengembangan Energi Baru Terbarukan(EBT), khususnya energi panas bumi yang dikembangkan oleh PT Geo Dipa Energi.
Direktur Sumber Daya Energi Mineral dan Pertambangan Kementrian PPN/Bappenas, Togu Santoso Pardede, menyampaikan apresiasi terhadap potensi yang dimiliki Wonosobo.
“Wonosobo memilik potensi besar, dari sisi geopark, memiliki warisan alam yang luar biasa, warisan budaya, dan warisan biodiversitas, sehinngga sudah ditetapkan sebagai geopark nasional,” ujarnya.
Menurut Togu,karakter kawasan Wonosobo dan Serayu sangat sesuai dengan pendekatan FEW Nexus yang mengintegrasikan pangan, energi, dan air. Bappenas melihat pendekatan tersebut memiliki peluang Wonosobo sebagai salah satu pengembangan kawasan yang mengintegrasikan berbagai sektor berbasis potensi lokal.
Togu menyampaikan bahwa proses selanjutnya perlu diarahkan pada pemetaan protek secara lebih konkret, termasuk komponen kegiatan, kelayakan, kebutuhan investasi, serta sumber pembiayaannya.
“kita akan melihat mana yang menjadi ruang APBN, ruang pemerintah provinsi, pemerintah daeragm BUMN, swasta, maupun sumber pendanaan lainnya,” jelas Togu.














































