WONOSOBO, suaramerdekakedu.com – Dilaksanakan Forum Group Discussion (FGD) mengkaji pesoalan kemacetan di jalur wisata Dieng oleh Polres Wonosobo menggandeng Tim Survei Patron dari Universitas Indonesia. Pada Kamis (20/08/2026).
Forum ini mempertemukan kepolisian, pemerintah daerah, akademisi, pengelola objek wisata, pelaku usaha pariwisata, pengusaha travel, tour organizer, paguyuban JIP Dieng hingga para pelaku jasa wisata, FGD dengan gagasan “ Dieng Lancar Wisata Nyaman” dilaksanakan agar kepolisian tidak hanya menyiagakan personel saat arus kendaraan mulai padat, tetapi penanganan berbasis data agar kebijakan yang diambil sesuai kondisi riil di lapangan
Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja mengatakan persoalan Dieng perlu ditangani melalui penelitian dan data empiris
“ Penyusunan kebijakan penanganan masalah Dieng harus didasarkan pada penelitian dan data empiris agar tepat sasaran, “ Ujar Ricky
Tim survei patron UI memberi gambaran mengenai kondisi demografi, pola pergerakan kendaraan, persepsi masyarakat, serta kebutuhan pelayanan kawasan dieng, serta dari tim operasional Satlantas Polres menyiapkan langkah antisipasi di titik – titik kepadatan.
Kasat Lantas Polres Wonosobo AKP Seno Hartanto mengatakan persoalan utama jalur Dieng adalah ketidakseimbangan antara volume kendaraan dengan kapasitas jalan dan lahan parkir, terutama saat musim liburan, tercatat 21.500 kendaraan roda dua dan empat memasuki kawasan wisata dieng pada libur lebaran 2026.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang mengusulkan penyediaan kantong parkir berkapasitas besar, sementara Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mendorong perubahan orientasi mass tourism menuju quality tourism dengan memperhitungkan daya dukung kawasan.
Akademisi Dr Ahmad Khoiri mengatakan ada tiga tingkatan mengatasi masalah kemacetan yaitu mikro dengan rekayasa lalu lintas, mezzo mencakup pembatasan kendaraan pribadi, penyediaan kantong parkir, dan shuttle publik, adapaun Tingkat makro dengan panaatan ruang jangka Panjang.
Dengan FGD ini menjadi langkah awal mengubah pola penanganan kemacemaran. Bersama Petron UI dan melibatkan daerah serta pelaku pariwisata, tujuan Polres Wonosobo bukan hanya mengurai antrean kendaraan yang akan menuju tempat wisata namun juga mendukung keamanan serta kenyamanan wisatawan, ekonomi masyarakat dan keberlanjutan wisata kawasan Dieng
























































