MAGELANG, suaramerdekakedu.com — Di balik perkembangan wilayah Kota Magelang, terdapat sebuah infrastruktur bersejarah berusia sekitar dua abad yang masih berdiri kokoh hingga kini, yakni Kali Kotak. Sebagian masyarakat terkadang keliru menyamakannya dengan Kali Kota atau Boog Kotta Leiding, padahal keduanya merupakan struktur saluran air yang berbeda.
Kali Kotak sendiri merupakan bagian atau kelanjutan dari saluran irigasi Kali Manggis yang membentang dari Temanggung hingga Kabupaten dan Kota Magelang. Sejarah pembangunan irigasi ini bermula dari inisiatif warga membangun saluran Soemberan pada tahun 1780 yang kemudian direvitalisasi oleh pemerintah Hindia Belanda pada 1828 akibat meningkatnya kebutuhan air seiring berkembangnya kota.
Proyek monumental bendungan dan pintu air Manggis mulai dirintis sejak pertengahan abad ke-19, tepatnya pada periode 1848 sampai 1856. Sempat terhenti karena kendala dana, proyek besar ini akhirnya rampung pada tahun 1870. Guna mencukupi kebutuhan air di wilayah selatan Magelang dan kawasan tangsi militer yang pada tahun 1874 ditetapkan sebagai Markas Pusat Distrik Militer II, sistem pengairan ini terus diperluas dengan menghubungkan aliran dari Kali Progo dan Kali Elo melalui berbagai tantangan rekayasa teknik yang berat.
Dinamakan Kali Kotak karena bentuk arsitekturnya yang unik dan tidak biasa. Saluran air ini dilengkapi dengan balok-balok beton yang melintang setiap kurang lebih 5 meter, sehingga jika diamati bentuknya menyerupai petak-petak kotak. Balok-balok tersebut bukan sekadar hiasan, melainkan struktur pengunci yang krusial agar saluran air tidak jebol, mengingat posisinya berada di samping jalan kecil dekat Asrama Rindam IV Diponegoro yang berbatasan dengan Jalan Sriwijaya serta berada di atas area pemukiman warga berupa lembah atau jurang.
Hingga hari ini, bangunan peninggalan kolonial Belanda tersebut tetap berfungsi dengan sangat baik tanpa mengalami kebocoran berarti. Hal ini menunjukkan kecanggihan para insinyur masa lampau dalam merancang bangunan infrastruktur yang memadukan aspek fungsi, estetika, serta keamanan lingkungan secara luar biasa.

















































