MAGELANG, suaramerdekakedu.com – Pedagang di Shelter Kuliner Sigaluh Kota Magelang mengeluhkan berkurangnya jumlah pengunjung, yang berdampak pada penjualan mereka. Situasi ini dirasakan oleh para pedagang yang telah lama membuka usaha di lokasi tersebut. Salah satu yang merasakannya adalah Untung, pedagang yang sudah menjalani usaha kuliner sejak sekitar tahun 2008. Saat ini suasana shelter terasa lebih sepi dibandingkan beberapa tahun lalu.
“Semoga bisa kembali ramai seperti dahulu,” ujar Untung pada Rabu (4/11) saat diwawancarai.
Untung menambahkan, situasi ini mengharuskan pedagang untuk lebih bersabar dan tekun dalam menjalankan usaha. Sebab, jumlah pengunjung yang datang tidak selalu tetap setiap harinya. Hal serupa juga diungkapkan oleh Wagiyo, selaku pedagang rujak yang telah beroperasi di shelter kuliner itu selama lima tahun. Ia berpendapat bahwa bertambahnya tempat kuliner di berbagai daerah menjadi salah satu penyebab berkurangnya jumlah pengunjung. Masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan untuk menikmati makanan sehingga persaingan antara pedagang semakin ketat.
“Sebab sekarang tempat kuliner ada di mana-mana,” ujar Wagiyo pada Rabu (4/11).
Wagiyo menambahkan, penurunan jumlah pengunjung juga berdampak pada pendapatan harian pedagang. Selain persaingan bisnis, kondisi cuaca pun berperan dalam mempengaruhi transaksi jual beli. Saat musim hujan, biasanya jumlah pengunjung akan menurun. Shelter Kuliner Sigaluh lebih ramai menjelang sore hingga malam hari. Sementara itu, di pagi hingga siang hari, area tersebut terbilang sepi karena banyak pedagang yang belum membuka lapaknya.
Selain mengharapkan peningkatan jumlah pengunjung, Wagiyo juga menginginkan adanya perbaikan yang lebih baik dari pemerintah agar para pedagang dapat menjalankan usaha mereka dengan lebih nyaman. Ia mengingat kembali pengalaman penertiban pedagang oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di berbagai lokasi.
“Hal yang terpenting adalah agar para pedagang bisa tenang, sehingga penjualan mereka bisa lebih baik,” jelas Wagiyo.
Para pedagang berharap bahwa keberadaan shelter kuliner dapat menarik kembali minat masyarakat. Dengan penataan kawasan yang lebih baik dan meningkatnya jumlah pengunjung, aktivitas ekonomi para pedagang diharapkan dapat terus berlangsung. Kepastian dalam penataan dan aturan berjualan sangat penting agar pedagang memiliki ruang usaha yang lebih nyaman.















































