• Latest
  • Trending
  • All
  • Kedu
  • Wonosobo
  • Temanggung
  • Magelang
  • Purworejo
  • Nasional
  • Jawa Tengah
Kongres Mata Air XI Tahun 2026 Hasilkan Rekomendasi Sangat Penting dan Mendesak untuk Selamatkan Lingkungan Wonosobo

Kongres Mata Air XI Tahun 2026 Hasilkan Rekomendasi Sangat Penting dan Mendesak untuk Selamatkan Lingkungan Wonosobo

Agustus 3, 2026
Sofwan Dedy Ardyanto Desak Audit Keselamatan Pelayaran Usai Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2

Sofwan Dedy Ardyanto Desak Audit Keselamatan Pelayaran Usai Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2

Agustus 3, 2026
MPLS Sekolah Rakyat Kabupaten Wonosobo

MPLS Sekolah Rakyat Kabupaten Wonosobo

Agustus 3, 2026
200 Tenong, 7 Bucu dan Gunungan Hasil Bumi Megah Hiasi Merti Bumi XI Desa Igirmranak

200 Tenong, 7 Bucu dan Gunungan Hasil Bumi Megah Hiasi Merti Bumi XI Desa Igirmranak

Agustus 3, 2026
Perebutan Gelar Juara Memanas

Perebutan Gelar Juara Memanas

Juli 31, 2026
Hidden Gem Wisata Alam di Desa Slukatan, Kabupaten Wonosobo

Hidden Gem Wisata Alam di Desa Slukatan, Kabupaten Wonosobo

Juli 31, 2026
Persaingan Memanas, Inilah Klub dan Sekolah yang Mendominasi 4 Besar Kejurkab Bulutangkis Wonosobo 2026

Persaingan Memanas, Inilah Klub dan Sekolah yang Mendominasi 4 Besar Kejurkab Bulutangkis Wonosobo 2026

Juli 31, 2026
Ratusan Atlit Muda Ikut Kejurkab Bulutangkis Di Wonosobo

Ratusan Atlit Muda Ikut Kejurkab Bulutangkis Di Wonosobo

Juli 30, 2026
Nota Kesepahaman (MoU) Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam Program I-SEE untuk Kesehatan Mata

Nota Kesepahaman (MoU) Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam Program I-SEE untuk Kesehatan Mata

Juli 30, 2026
Dibalik Harapan Dan Doa Sebuah Nama Sang Buah Hati “ Bayi MBG ”

Dibalik Harapan Dan Doa Sebuah Nama Sang Buah Hati “ Bayi MBG ”

Juli 29, 2026
Kerjasama Dan Pemanfaatan Media Massa Untuk Labkesda Lebih Dikenal Masyarakat

Kerjasama Dan Pemanfaatan Media Massa Untuk Labkesda Lebih Dikenal Masyarakat

Juli 28, 2026
Festival Literasi Wonosobo 2026

Festival Literasi Wonosobo 2026

Juli 27, 2026
Keindahan Panorama Wonosobo Dari Atas Awan Dalam Festival Paragliding Culture Festival 2026

Keindahan Panorama Wonosobo Dari Atas Awan Dalam Festival Paragliding Culture Festival 2026

Juli 27, 2026
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
  • Tentang Kami
Senin, Agustus 3, 2026
  • Login
SUARA MERDEKA KEDU
  • Home
  • Kedu
    • All
    • Kebumen
    • Magelang
    • Purworejo
    • Temanggung
    • Wonosobo
    MPLS Sekolah Rakyat Kabupaten Wonosobo

    MPLS Sekolah Rakyat Kabupaten Wonosobo

    Kongres Mata Air XI Tahun 2026 Hasilkan Rekomendasi Sangat Penting dan Mendesak untuk Selamatkan Lingkungan Wonosobo

    Kongres Mata Air XI Tahun 2026 Hasilkan Rekomendasi Sangat Penting dan Mendesak untuk Selamatkan Lingkungan Wonosobo

    200 Tenong, 7 Bucu dan Gunungan Hasil Bumi Megah Hiasi Merti Bumi XI Desa Igirmranak

    200 Tenong, 7 Bucu dan Gunungan Hasil Bumi Megah Hiasi Merti Bumi XI Desa Igirmranak

    Perebutan Gelar Juara Memanas

    Perebutan Gelar Juara Memanas

    Hidden Gem Wisata Alam di Desa Slukatan, Kabupaten Wonosobo

    Hidden Gem Wisata Alam di Desa Slukatan, Kabupaten Wonosobo

    Persaingan Memanas, Inilah Klub dan Sekolah yang Mendominasi 4 Besar Kejurkab Bulutangkis Wonosobo 2026

    Persaingan Memanas, Inilah Klub dan Sekolah yang Mendominasi 4 Besar Kejurkab Bulutangkis Wonosobo 2026

    Nota Kesepahaman (MoU) Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam Program I-SEE untuk Kesehatan Mata

    Nota Kesepahaman (MoU) Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam Program I-SEE untuk Kesehatan Mata

    Dibalik Harapan Dan Doa Sebuah Nama Sang Buah Hati “ Bayi MBG ”

    Dibalik Harapan Dan Doa Sebuah Nama Sang Buah Hati “ Bayi MBG ”

    Kerjasama Dan Pemanfaatan Media Massa Untuk Labkesda Lebih Dikenal Masyarakat

    Kerjasama Dan Pemanfaatan Media Massa Untuk Labkesda Lebih Dikenal Masyarakat

    Festival Literasi Wonosobo 2026

    Festival Literasi Wonosobo 2026

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Jawa Tengah
    SMP 1 Purwodadi Juarai Lomba Baris Berbaris Variasi Pancasila di Kota Magelang

    SMP 1 Purwodadi Juarai Lomba Baris Berbaris Variasi Pancasila di Kota Magelang

    Fun Walk 2026: Ribuan Peserta Minum Aqua Di Tengah Kebun Teh Lereng Sindoro

    Fun Walk 2026: Ribuan Peserta Minum Aqua Di Tengah Kebun Teh Lereng Sindoro

    Bumi Dieng Indah Dukung Penuh Fun Walk 2026

    Bumi Dieng Indah Dukung Penuh Fun Walk 2026

    Ribuan Warga Wonosobo Ramaikan Sindoro Sumbing Funwalk 2026

    Ribuan Warga Wonosobo Ramaikan Sindoro Sumbing Funwalk 2026

    Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Imigrasi Semarang dan Pemkot Salatiga: Perluas Akses Layanan Paspor di MPP

    Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Imigrasi Semarang dan Pemkot Salatiga: Perluas Akses Layanan Paspor di MPP

    Misteri “Gempa Tak Terdeteksi” di Wanayasa: Warga Cemas, Aktivitas Sesar Lokal Diduga Jadi Pemicu

    Misteri “Gempa Tak Terdeteksi” di Wanayasa: Warga Cemas, Aktivitas Sesar Lokal Diduga Jadi Pemicu

    Sudewo Ditahan KPK, Risma Ardhi Chandra Resmi Jabat Plt Bupati Pati

    Sudewo Ditahan KPK, Risma Ardhi Chandra Resmi Jabat Plt Bupati Pati

    Lima Hari Terendam Banjir, Ribuan Warga Pekalongan Mulai Diserang Penyakit

    Lima Hari Terendam Banjir, Ribuan Warga Pekalongan Mulai Diserang Penyakit

    Bupati Pati Sudewo Terjaring OTT KPK, Sempat Didemo Warga Tahun Lalu

    KPK Sita Rp 2,6 Miliar dari Kasus Pemerasan Perangkat Desa di Pati

    Jateng Dikepung Bencana: Banjir dan Cuaca Ekstrem Melanda Sejumlah Wilayah

    Jateng Dikepung Bencana: Banjir dan Cuaca Ekstrem Melanda Sejumlah Wilayah

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Yogyakarta
    Road to 1st Anniversary, MOX Space Salurkan 100 Paket Makanan dan Kunjungi Panti Asuhan

    Road to 1st Anniversary, MOX Space Salurkan 100 Paket Makanan dan Kunjungi Panti Asuhan

    Run for Moxverse, Tak Sekadar Lari tapi Juga Berbagi Kepedulian

    Run for Moxverse, Tak Sekadar Lari tapi Juga Berbagi Kepedulian

    Kejar Penjambret Hingga Tewas, Seorang Suami di Sleman Ditetapkan Sebagai Tersangka

    Kejar Penjambret Hingga Tewas, Seorang Suami di Sleman Ditetapkan Sebagai Tersangka

    Laka Maut di Jalan Cawas-Bayat: Tabrakan Adu Banteng, Pengendara Asal Gunungkidul Tutup Usia

    Laka Maut di Jalan Cawas-Bayat: Tabrakan Adu Banteng, Pengendara Asal Gunungkidul Tutup Usia

    Aktivitas Meningkat, Gunung Merapi Semburkan Lava Pijar 5 Kali dengan Kegempaan yang Terus Bertambah

    Aktivitas Meningkat, Gunung Merapi Semburkan Lava Pijar 5 Kali dengan Kegempaan yang Terus Bertambah

  • Nasional
    Sofwan Dedy Ardyanto Desak Audit Keselamatan Pelayaran Usai Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2

    Sofwan Dedy Ardyanto Desak Audit Keselamatan Pelayaran Usai Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2

    Minta Ditinjau Ulang, DPR Khawatir Pembatasan Kadar Nikotin Matikan Petani Tembakau

    Minta Ditinjau Ulang, DPR Khawatir Pembatasan Kadar Nikotin Matikan Petani Tembakau

    Kisah Dibalik Nama Bayi ‘ Muhammad MBG Subianto ‘ – Rasa Syukur dan Senang Orang Tua Terhadap Program MBG

    Kisah Dibalik Nama Bayi ‘ Muhammad MBG Subianto ‘ – Rasa Syukur dan Senang Orang Tua Terhadap Program MBG

    Run for Moxverse, Tak Sekadar Lari tapi Juga Berbagi Kepedulian

    Run for Moxverse, Tak Sekadar Lari tapi Juga Berbagi Kepedulian

    Putra Magelang, Boyke Rachmanda Perkuat Jajaran Pengurus Pusat IKAL Lemhannas RI 

    Putra Magelang, Boyke Rachmanda Perkuat Jajaran Pengurus Pusat IKAL Lemhannas RI 

    Guru, Berhentilah Sekadar Mengajar:

    Guru, Berhentilah Sekadar Mengajar:

    Pusaran Kedua: Ketika Polisi Menyidik “Jaksa Super”

    Pusaran Kedua: Ketika Polisi Menyidik “Jaksa Super”

    Di Tengah Isu Global, Imigrasi Catatkan Kenaikan PNBP 6.42% dari Sektor Visa pada Semester I Tahun 2026

    Di Tengah Isu Global, Imigrasi Catatkan Kenaikan PNBP 6.42% dari Sektor Visa pada Semester I Tahun 2026

    Kopdes Datang, Duit di Desa Rata-Rata Tersisa Rp 300 Juta, Bisa Buat Bangun Apa

    Kopdes Datang, Duit di Desa Rata-Rata Tersisa Rp 300 Juta, Bisa Buat Bangun Apa

    58 Persen Lebih Dana Desa Ditelan untuk Hidupkan Kopdes Merah Putih

    58 Persen Lebih Dana Desa Ditelan untuk Hidupkan Kopdes Merah Putih

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
  • Internasional
  • Olahraga
  • Hiburan
No Result
View All Result
SUARA MERDEKA KEDU
No Result
View All Result
Home Kedu Wonosobo

Kongres Mata Air XI Tahun 2026 Hasilkan Rekomendasi Sangat Penting dan Mendesak untuk Selamatkan Lingkungan Wonosobo

by admin
Agustus 3, 2026
in Wonosobo
0
Kongres Mata Air XI Tahun 2026 Hasilkan Rekomendasi Sangat Penting dan Mendesak untuk Selamatkan Lingkungan Wonosobo
519
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

WONOSOBO, suaramerdekakedu.com – Persoalan sampah yang semakin kompleks dan ancaman terhadap keberlangsungan sumber mata air menjadi perhatian serius berbagai kalangan di Kabupaten Wonosobo. Berangkat dari kondisi tersebut, Kongres Mata Air XI Tahun 2026 yang mengusung tema “Reaktivasi Pengelolaan Sampah dan Pelestarian Mata Air” menghasilkan serangkaian rekomendasi strategis yang dinilai sangat penting dan mendesak untuk segera diwujudkan oleh pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, hingga sektor swasta.

Kongres yang berlangsung pada 1 Agustus 2026 di Gedung Serbaguna Desa Igirmranak, Kecamatan Kejajar, yang dilaksanakan oleh pemerintah desa Igirmranak dan di motori oleh Diaspora Foundation dan Samitra Lingkungan mempertemukan sekitar 180 peserta yang berasal dari pengelola TPS3R, Bank Sampah, pemerintah desa, akademisi, komunitas lingkungan, organisasi kepemudaan, pelajar, mahasiswa, akademisi, hingga pegiat konservasi dari berbagai wilayah di Kabupaten Wonosobo.

Berbeda dengan forum-forum lingkungan sebelumnya, Kongres Mata Air XI tidak hanya berhenti pada diskusi akademik, tetapi juga menyusun agenda aksi yang konkret. Seluruh rekomendasi yang dihasilkan dirancang sebagai peta jalan untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya air yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.

Ketua Panitia Kongres Mata Air XI, Tafrihan, menjelaskan bahwa penentuan tema kongres tahun ini melalui proses yang cukup panjang. Panitia mempelajari berbagai data lapangan, kondisi eksisting pengelolaan sampah, hingga perkembangan kualitas lingkungan di Kabupaten Wonosobo.

“Hasil kajian menunjukkan masih banyak TPS3R yang tidak lagi berjalan optimal. Di sisi lain, mata air yang menjadi sumber kehidupan masyarakat juga mulai menghadapi berbagai ancaman akibat pencemaran lingkungan. Karena itulah tema reaktivasi TPS3R dan pelestarian mata air dipilih sebagai fokus utama kongres tahun ini,” ujarnya.

Menurut Tafrihan, penyelamatan lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur atau kebijakan pemerintah. Hambatan terbesar justru sering muncul dari cara berpikir masyarakat sendiri.

Dalam sambutan pembukaannya, ia memperkenalkan sembilan konsep psikologis yang dinilai menjadi penyebab mengapa kerusakan lingkungan sering dibiarkan terus berlangsung.

Konsep tersebut meliputi Normalisasi Krisis, ketika masyarakat menganggap banjir, longsor atau sungai penuh sampah sebagai kondisi biasa; Shifting Baseline Syndrome, yaitu setiap generasi menganggap kondisi alam yang sudah rusak sebagai sesuatu yang normal; serta Ecological Amnesia, yaitu hilangnya ingatan kolektif bahwa alam pernah jauh lebih baik dibandingkan sekarang.

Tiga konsep lainnya adalah Short-Termism, yakni mengejar keuntungan jangka pendek tanpa memikirkan dampak lingkungan; Greenwashing, yaitu kepedulian lingkungan yang hanya sebatas pencitraan; serta Bypass Religion, yakni menjalankan ritual keagamaan tetapi mengabaikan kewajiban menjaga alam sebagai bagian dari amanah kehidupan.

Menurut Tafrihan, perubahan perilaku masyarakat dan Aparatur negara merupakan fondasi utama keberhasilan seluruh program konservasi.
“Kalau cara berpikir kita tidak berubah, maka teknologi secanggih apa pun tidak akan mampu menyelesaikan persoalan sampah,” katanya.

Kongres kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wonosobo, Endang Lisdiyaningsih, S.Hut., M.Hut., yang menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam menghadapi persoalan sampah yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam forum, Kabupaten Wonosobo masih menghadapi timbunan residu sampah sekitar 130 ton setiap hari, sementara volume sampah tahunan mencapai ratusan ribu ton. Sebagian besar masih berupa sampah organik rumah tangga, limbah pertanian, dan sampah plastik yang belum terkelola secara optimal.

Dalam sesi materi kongres yang dipandu oleh Rumiyati, ( diretur Samitra Lingkungan ) , R. Christriyogo Priyo Utomo, S.Hut., memaparkan kondisi sumber mata air di Kabupaten Wonosobo. Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini telah terpetakan sekitar 2.300 mata air, yang sebagian besar memiliki peran penting bagi penyediaan air bersih, pertanian, maupun keseimbangan ekosistem.

Kepala Desa Igirmranak, Joko Trisadono, turut memperkenalkan berbagai inovasi teknologi pemusnah sampah dan pengelolaan sampah yang saat ini teknologinya banyak diminati oleh desa desa di kabupaten Wonosobo. Sementara Kepala Desa Talunombo , Badarudin memaparkan penerapan teknologi pirolisis, yakni pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar yang memiliki nilai ekonomi.

Sementara itu, Nuurudin, ST., MT., dirut Diaspora Foundation mengajak seluruh peserta membangun semangat Nyawiji Pakerti Rumat Bumi sebagai gerakan bersama menjaga bumi. Ia bahkan merekomendasikan agar Kongres Mata Air dikembangkan menjadi agenda berskala nasional sehingga mampu menjadi ruang kolaborasi berbagai daerah dalam mengatasi persoalan lingkungan.

Forum juga menghadirkan mantan Bupati Wonosobo, H. A. Kholik Arif, yang selama ini dikenal sebagai salah satu penggagas program pemulihan kawasan Dieng. Dalam penutupan diskusi, ia menegaskan bahwa konservasi lingkungan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus memperkuat kerja sama lintas komunitas melalui Kaukus Lingkungan.

Menurutnya, pelestarian lingkungan perlu dihubungkan dengan peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan berbagai komoditas ramah lingkungan tanaman Aren dll yang punya nilai ekonomi tinggi , sekaligus membangun sistem pengelolaan sampah yang melibatkan sekolah dan generasi muda.
Setelah melalui pembahasan dalam sidang komisi, Kongres Mata Air XI akhirnya menghasilkan sejumlah rekomendasi yang dinilai sangat mendesak.
Pada bidang pendataan, peserta mendorong digitalisasi sistem pengelolaan sampah melalui dashboard kabupaten, pemetaan GIS TPS3R, aplikasi pelaporan, termasuk juga digitalisasi mata air, hingga sistem pemantauan volume sampah harian. Penguatan kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian juga menjadi prioritas agar kebijakan pengelolaan sampah didasarkan pada kajian ilmiah yang kuat.

Komisi juga merekomendasikan penyusunan Indeks Pengelolaan Sampah dan Kesehatan Lingkungan sebagai dasar menentukan prioritas pembangunan daerah.
Dalam bidang edukasi, kongres mengusulkan integrasi pendidikan lingkungan ke dalam sekolah, pesantren, organisasi kepemudaan, serta kelompok masyarakat. Selain itu, diperlukan pembentukan kader konservasi lingkungan di setiap desa sebagai motor penggerak perubahan perilaku masyarakat.
Kongres juga merekomendasikan pengembangan desa percontohan bebas sampah, memperluas program studi banding ke daerah yang telah berhasil mengelola sampah, hingga memastikan kawasan wisata bebas plastik sekali pakai melalui penerapan standar operasional kegiatan yang ramah lingkungan.
Pada bidang advokasi dan kemitraan, peserta meminta pemerintah daerah segera memperkuat regulasi mengenai pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir berbasis masyarakat. Selain itu dibutuhkan forum komunikasi multipihak yang secara rutin melakukan koordinasi, monitoring, evaluasi, dan penyelesaian berbagai persoalan lingkungan.

Kemitraan dengan sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, lembaga donor, maupun organisasi internasional juga dipandang penting untuk mendukung pembiayaan serta pengembangan inovasi lingkungan.

Sementara itu, rekomendasi bidang sosial, ekonomi, dan budaya menitikberatkan pada penguatan ekonomi sirkular melalui pengembangan Bank Sampah, TPS3R, usaha daur ulang, produksi kompos, hingga pemanfaatan sampah bernilai ekonomi.

Pemberdayaan perempuan, pemuda, serta masyarakat desa juga dinilai mampu menjadikan pengelolaan sampah sebagai sumber peningkatan pendapatan keluarga.

Kongres turut merekomendasikan penyempurnaan teknologi pemusnah sampah agar bebas asap, sekaligus mengembangkan inovasi pirolisis sebagai solusi pengolahan sampah plastik.

Di sisi lain, pelestarian budaya lokal juga dinilai memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat. Kearifan lokal mengenai pengelolaan lingkungan perlu didokumentasikan, diwariskan kepada generasi muda, dan dikembangkan melalui festival-festival lingkungan sebagai media edukasi publik.
Sebagai tindak lanjut hasil kongres, peserta menyepakati pembentukan tim implementasi yang melibatkan pemerintah, akademisi, masyarakat sipil, organisasi lingkungan, serta sektor swasta untuk mengawal pelaksanaan seluruh rekomendasi.

Kongres juga mendorong pemerintah daerah dan pemerintah desa segera menyusun regulasi yang lebih kuat mengenai kewajiban pemilahan sampah dari rumah tangga, pembentukan tim pengelola sampah yang lebih profesional, sistem iuran pelayanan persampahan, hingga kewajiban setiap kegiatan berskala besar mengelola sampahnya secara mandiri.

Selain itu, kampanye kesadaran lingkungan melalui media massa, media sosial, sekolah, desa, dan komunitas akan terus diperluas agar perubahan perilaku masyarakat dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Seluruh peserta berharap Kongres Mata Air XI tidak hanya menjadi forum tahunan, tetapi benar-benar menjadi titik balik penguatan gerakan lingkungan di Kabupaten Wonosobo. Rekomendasi yang dihasilkan diyakini mampu menjadi arah kebijakan bersama dalam menghadapi tantangan persampahan sekaligus menjaga ribuan mata air yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi, ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, dan partisipasi masyarakat, Kongres Mata Air XI menegaskan bahwa penyelamatan lingkungan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus segera diwujudkan. Sebab menjaga sampah tetap terkendali berarti menjaga mata air tetap mengalir, dan menjaga mata air berarti menjaga masa depan Wonosobo untuk generasi yang akan datang.( Taf)

Share208Tweet130Share52
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Putra Magelang, Boyke Rachmanda Perkuat Jajaran Pengurus Pusat IKAL Lemhannas RI 

Putra Magelang, Boyke Rachmanda Perkuat Jajaran Pengurus Pusat IKAL Lemhannas RI 

Juli 12, 2026
PBSI Gelar Kejurkab Bulu Tangkis “Bupati Wonosobo Cup 2026”, Jaring Bibit Atlet Usia Dini hingga Antar Instansi

PBSI Gelar Kejurkab Bulu Tangkis “Bupati Wonosobo Cup 2026”, Jaring Bibit Atlet Usia Dini hingga Antar Instansi

Juli 8, 2026
Pusaran Kedua: Ketika Polisi Menyidik “Jaksa Super”

Pusaran Kedua: Ketika Polisi Menyidik “Jaksa Super”

Juli 10, 2026
Inilah Asal Usul Ayam Kedu, Ayam Abad 12 yang Ditangkarmurnikan Tjokromiharjo pada 1924

Inilah Asal Usul Ayam Kedu, Ayam Abad 12 yang Ditangkarmurnikan Tjokromiharjo pada 1924

0
Tasyakuran Hasil Tani dan Merajut Kerukunan Terlihat di Desa Buntu Kejajar

Tasyakuran Hasil Tani dan Merajut Kerukunan Terlihat di Desa Buntu Kejajar

0
Kunjungan Wisatawan Libur Nataru 2025–2026 di Wonosobo Capai 197.058 Orang

Kunjungan Wisatawan Libur Nataru 2025–2026 di Wonosobo Capai 197.058 Orang

0
Sofwan Dedy Ardyanto Desak Audit Keselamatan Pelayaran Usai Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2

Sofwan Dedy Ardyanto Desak Audit Keselamatan Pelayaran Usai Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2

Agustus 3, 2026
MPLS Sekolah Rakyat Kabupaten Wonosobo

MPLS Sekolah Rakyat Kabupaten Wonosobo

Agustus 3, 2026
Kongres Mata Air XI Tahun 2026 Hasilkan Rekomendasi Sangat Penting dan Mendesak untuk Selamatkan Lingkungan Wonosobo

Kongres Mata Air XI Tahun 2026 Hasilkan Rekomendasi Sangat Penting dan Mendesak untuk Selamatkan Lingkungan Wonosobo

Agustus 3, 2026
SUARA MERDEKA KEDU

Copyright © 2024 SuaraMerdekaKedu.com.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Kedu
    • Temanggung
    • Purworejo
    • Magelang
  • Wonosobo
  • Jawa Tengah
  • Yogyakarta
  • Nasional
  • Internasional

Copyright © 2024 SuaraMerdekaKedu.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In