WONOSOBO, suaramerdekakedu.com – kebijakan dan program prioritas yang sudah berjalan pada tahun 2026 tersebut merupakan bentuk kesepakatan bersama antara eksekutif dan legislatif. Melalui penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah(RKPD).
Pada tahun 2026 ini potensi yang digali mengangkat tema peningkatan agribisnis dan pariwisata berkelanjutan. Agribisnis memiliki potensi paling banyak digeluti masyarakat Wonosobo, dan untuk pariwisata potensi yang banyak digemari orang luar Wonosobo untuk menikmati Wonosobo, sehingga dua potensi ini disatukan.
Sekertaris Daerah Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo mengatakan APBD untuk tahun 2026 sekitar 1,9 Triliun bersumber dari dana bantuan transfer pusat, dana alokasi umum, dana alokasi khusus, dana bagi hasil, kemudian juga ada Pendapatan Asli Daerah(PAD)
“problemnya PAD belum maksimal karena para wajib pajak belum maksimal memenuhi kewajibannya, oleh karena itu saya mengajak masyarakat taat membayar untuk mendapatkan layanan – layanan dari pemerintah yang sifatnya fisik maupun administratif “ Ujar Andang
Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), Tri Antoro mengatakan konsep pendapatan Kabupaten Wonosobo yang bersumber dari Pemerintah pusat, provinsi, dan dari PAD sudah 49,08% lebih banyak dari pengeluaran untuk belanja yaitu 44%
“ setelah muncul struktur pendapatan baru dibelanjakan, pada konsep belanja kita masih dibawah pendapatan” Ungkap Tri Antoro
Tri Antoro juga menambahkan pengaturan mengenai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saat mengajukan biaya untuk kegiatan akan diambil berapa kali agar tidak terjadi pendapatan lebih rendah dibanding belanja
Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, Evaluasi, Penelitian, dan Pengembangan (Randalevalitbang) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Kris Widiarto mengatakan mengenai proses perencanaan dan anggaran tahun 2026 sudah sesuai siklus perencanaan yang telah disepakati oleh badan musyawarah DPRD Wonosobo.
Melihat kondisi dan anggaran daerah, infrastruktur di Kabupaten Wonosobo merujuk pada program prioritas yaitu agribisnis dan pariwisata, dan tetap berusaha memenuhi tuntutan masyarakat untuk peningkatan kualitas jalan.
“ apakah melalui rehab ataupun peningkatan pembangunan status, misalnya yang bolong dikit – dikit ya pemeliharaan, yang lebih banyak ya rehab “ ungkap Andang





















































