WONOSOBO, suaramerdekakedu.com – Pelaksanaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Wonosobo yang ke – 201 dilaksanakan di Pendopo Bupati dan Alun – Alun Wonosobo pada hari Jumat (24/07/2026). Rangkaian awal dimulai dengan Pisowanan Agung lalu Pagelaran Kesenian Utama, kemudian di pendopo prosesi Ruwat Rambut Gimbal dan Pagelaran Seni Kerakyatan. Antusias masyarakat saat pelaksanaan HUT ke – 201 ini terlihat dari prosesi awal hingga akhir.
Afif Nurhidayat selaku Bupati Kabupaten Wonosobo mengatakan pelaksanaan HUT Kabupaten Wonosobo terlaksana dengan baik dengan efisiensi waktu, dari rangkaian awal di alun – alun dan di Pendopo Bupati.
“ Makna Nyawiji dalam tema perayaan Hari Jadi Wonosobo saat ini yaitu mengumpulkan kekuatan, energi dari berbagai masyarakat Wonosobo dikumpulkan menjadi satu membentuk kekuatan “ ungkap Afif mengenai makna HUT ke – 201
Pagelaran kesenian utama salah satunya menampilkan topeng lengger sebagai ikon khas Wonosobo. Mulyani selaku sutradara seni Wonosobo mengatakan persiapan untuk penampilan tari dan kesenian yaitu 1 bulan.
“ saya menanamkan ke anak didik saya di kesenian dengan kalimat mari berbakti dengan bumi pertiwi melalui kacamata kesenian “ Ungkap Mulyani
Rangkaian selanjutnya dilaksanakan di pendopo yaitu Ruwat Rambut Gembel yang memiliki arti menghilangkan(Ruwat), Sukerto (sesuatu yang tidak baik). Cukur rambut gembel identik dengan permintaan anak setelah rambutnya digembel, dari ketujuh anak yang dicukur rambutnya hari ini salah satunya meminta kucing beserta kandangnya dan menaiki kuda, prosesi terakhir yaitu Larung rambut gimbal di Sungai Serayu Desa Selokromo, Kabupaten Wonosobo.
Nyawiji Makarti Wonosobo Loh Jinawi bermakna Bersatu untuk kekuatan sebagai kelanjutan pembangunan daerah dengan lebih optimisme, tanggung jawab dan kebersamaan, didasari persatuan dari masyarakat maupun pemerintah Wonosobo.






















































