JAKARTA, suaramerdekakedu.com — Konten kreator sekaligus YouTuber ternama, Brando Franco Windah atau yang akrab dikenal sebagai Windah Basudara, meluapkan kekesalannya setelah mendapati dirinya menjadi sasaran serangan masif dari para buzzer di media sosial. Gelombang serangan dan narasi miring tersebut bermula usai dirinya vokal menyuarakan kepedulian serta menyoroti krisis bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sedang terjadi di Indonesia.
Melalui serangkaian unggahan di akun Instagram Story pribadinya, Windah membeberkan bentuk-bentuk penggiringan opini negatif yang sengaja diarahkan kepadanya. Ia mengungkapkan bahwa para buzzer berusaha mengalihkan fokus masyarakat dari isu bencana lingkungan dengan cara membangun framing seolah-olah dirinya tengah memprovokasi massa dan anak-anak muda untuk bertindak anarki.
“Dari kemarin buzzer fokus framing-nya gua menggerakkan bocil demo, gua menggerakkan makar,” tulis Windah Basudara mengritik narasi yang disebarkan para buzzer.
Kendati dibanjiri komentar miring hingga tuduhan serius yang mengarah pada tindakan makar, streamer yang dikenal dekat dengan penggemar muda itu tidak gentar. Windah memilih merespons ancaman tersebut dengan santai dan menegaskan bahwa ia siap menghadapi segala bentuk penggiringan opini yang mencoba menjatuhkan atau menyeretnya ke jalur hukum.
“Kalau mau fokus menggiring memenjarakan gua, silakan,” tegas Windah.
Lebih lanjut, Windah menilai serangan bergelombang di kolom komentar maupun media sosialnya tersebut tidak murni berasal dari aspirasi publik, melainkan bentuk tugas yang menjalankan arahan dari pimpinan buzzer. Ia bahkan menyindir balik minimnya variasi narasi yang dilontarkan oleh para penyerangnya.
“Nggak ada yang lain apa?” keluhnya merujuk pada pola komentar buzzer yang monoton.
Melalui aksinya, Windah mendesak agar pihak-pihak yang menyerangnya maupun masyarakat luas menghentikan pengalihan isu personal ini dan kembali memfokuskan perhatian pada dampak nyata karhutla di lapangan. Langkah Windah dalam menyuarakan krisis lingkungan ini pun bertepatan dengan maraknya sorotan dari berbagai kalangan tokoh publik, seniman, hingga media internasional yang tengah menyoroti kondisi darurat asap dan dampak buruk karhutla bagi kesehatan masyarakat di wilayah terdampak.
















































