WONOSOBO, suaramerdekakedu.com – Ketua Komisi C DPRD Wonosobo Wahyu Nugroho menyampaikan persoalan sampah di Wonosobo perlu mendapatkan perhatian serius untuk segera ditangani. Pihaknya memastikan produksi sampah diperlukan dimulai dari hulu tidak hanya hilir.
Wahyu Nugroho mengungkapkan bahwa wilayah Kabupaten Wonosobo memproduksi sekitar 130 ton sampah pada setiap harinya. Kondisi Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Wonorejo saat ini juga dilaporkan sudah semakin mendekati batas kapasitas tampung penuh. “Pengolahan sampah sebaiknya dari hulu baik dari desa maupun kecamatan, agar tidak menumpuk di TPA,” kata Wahyu Nugroho.
Penimbunan sampah menurutnya adalah persoalan lama yang hampir 20 tahun belum tertangani. Volume yang tidak memadai menjadi salah satu problem itu. Tahun 2010 silam pernah ada pengelolaan terpadu dengan kerjasama pihak swasta namun tidak jalan.”Perlu teknologi yang memadai untuk mengolah sampah. Selain masyarakat terlibat, pemda mempersiapkan cetak biru jangka panjangnya,” ujarnya.
Komisi C DPRD Wonosobo meminta adanya langkah inovatif pada tingkat kecamatan. Wahyu menyatakan pentingnya mengubah kebiasaan lama masyarakat dari kumpul, angkut, lalu buang menjadi sistem yang bertanggung jawab.
Pihaknya mendorong pengolahan sampah mandiri melalui program TPS 3R yaitu reduce, reuse, dan recycle di tiap kecamatan.
Menurut Wahyu langkah tersebut merupakan solusi jangka panjang yang harus segera diterapkan secara masif demi lingkungan.
Sementara itu, Sekretaris Komisi C DPRD Wonosobo Wisnu Ibet Pradana ikut menyoroti dampak kerusakan alam di daerah.
Walaupun regulasi penindakan ada di pemerintah pusat dan provinsi, daerah tetap didesak memperketat pengawasan di lapangan.
“Kami mendesak pemerintah daerah untuk lebih tegas dalam pengawasan dan penindakannya,” ujar Wisnu terkait tambang ilegal.
Wisnu juga merekomendasikan program konservasi pada kawasan hulu sumber mata air untuk mencegah terjadinya bencana banjir.
Langkah preventif dilakukan dengan menanam pohon berakar dalam serta melakukan pengelolaan konversi lahan secara lebih bijak.(nov)
























































