Wilayah Kota Sempat Tergenang

SM/Heru Prayogo - MOGOK: Seorang pengendara sepeda motor mendorong kendaraanya yang mogok akibat genangan air di sekitar Alun-alun Purworejo, Senin (27/1), sore hari.

PURWOREJO, SM Network – Hujan deras disertai angin kencang yang menimpa sebagian besar wilayah Kabupaten Purworejo, Senin (27/1) sekitar pukul 14.00 sampai dengan 16.00 waktu setempat, mengakibatkan aktivitas masyarakat tergangu.

Intensitas hujan yang tinggi bahkan sempat menimbulkan genangan air di wilayah perkotaan, yang menjadi pusat pemerintahan pemerintah daerah. Beberapa kendaraan sempat mengalami mogok akibat tingginya air yang menggenang di jalan raya. Grandy Nor Alamsyah, Warga Kelurahan Pangenjurutengah, mengungkapkan, genangan air mulai terjadi setelah hujan mengguyur wilayah kota, selama kurang-lebih 40 menit.

Bacaan Lainnya

Air dari selokan meluap dengan cepat karena tingginya volum air hujan. “Motor dan mobil di Alun-alun juga sempat pada mogok karena airnya cukup tinggi, hampir sampai lutut, sehingga mesin mati. Para pengguna kendaraan kebanyakan pada berhenti yang mogok beberapa didorong (kendaraanya). Aliran airnya juga deras,” katanya, kepada Suara Merdeka.

Hal senada juga dikatakan oleh Mandatu S. Huda, warga Kauman, Kelurahan Sindurjan. Menurutnya, genangan air sampai masuk kedalam rumah. Aliran air yang deras juga membawa sampah yang berserakan di jalan-jalan perkampungan.

“Airnya sampai masuk kedalam rumah dan mushola. Saking derasnya air juga sampah-sampah ikut terbawa (hanyut) dan berserakan di jalan-jalan kampung,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Purworejo, Sutrisno, mengungkapkan, hujan badai kemarin juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan lonsor kecil. Hingga sore hari kemarin, BPBD masih melakukan pendataan dan penanganan bencana.

“Menurut data sementara, ada lima laporan pohon tumbang,” katanya, kemarin (27/1), sekitar pukul 17.00 waktu setempat.

Kendati sempat mengakibatkan genangan air di sejumlah titik, Sturisno, mengaku belum ada potensi banjir yang besar. “Nampaknya reda hujannya. Kalau permukaan bogowonto memang meningkat tajam karena hujan di hulu sungai,” katanya.


(shp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan