Romansa Batik Lokal Wonosobo

SM/Adib Annas Maulana - BATIK GETHUK : Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Wonosobo, Siti Nurma Asiyah memegang batik bermotif gethuk di Desa Jogoyitnan, Kecamatan Wonosobo, Kamis (16/1).

WONOSOBO, SM Network – Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang secara resmi telah diakui dunia. Paradigma batik yang terkesan kuno kini telah berbanding terbalik dimana batik sudah mejadi kebutuhan sehari-hari dan digunakan dalam berbagai macam kegiatan. Mulai dari acara pernikahan, pertemuan pejabat, bahkan kini tren batik mulai digemari anak muda sebagai pakaian atau outfit yang dikenakan sehari-hari dan dipadu padankan dengan berbagai macam aksesoris pelengkap bagi kaum hawa.

Permintan pasar yang tinggi juga dibarengi dengan munculnya berbagai macam pengrajin, begitu juga di Wonosobo. Setidaknya, terdapat 50 pengrajin batik di berbagai wilayah Wonosobo yang mulai aktif memproduksi batik. Ungkap Kasi Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Wonosobo, Astin Umariyah di sela-sela launching batik gethuk sindut di Desa Jogoyitnan, Kecamatan Wonosobo, Kamis (16/1).

Bacaan Lainnya

Meski pengrajin batik di Wonosobo banyak bermunculan, namun masih terkendala untuk menembus pasar dengan skala nasional. Selama ini pengrajin baik pribadi maupun milik kelompok masih dipasarkan di pasar lokal. “Untuk menembus pasar nasional masih sulit, kita kalah nama dengan batik-batik yang telah populer dulu seperti batik Pekalongan dan Solo,” ujarnya.

Untuk kualitas, Astin mengatakan batik Wonosobo tidak kalah dengan batik-batik dari daerah lain, dengan ciri khas carica sebagai ikon kota Wonosobo, batik Wonosobo juga kerap dicari oleh kolektor batik. Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Wonosobo, Siti Nurma Asiyah mengatakan, meski masih kalah nama dengan batik dari kota lain, dengan mempertahan kualitas dan terus belajar bukan tidak mungkin batik Wonosobo bisa menembus pasar nasional bahkan internasional.

“Dijaga kualitasnya, jangan sampai ada pesanan banyak kualitasnya turun. Peluang untuk pasar lokal terbuka lebar, bahkan PNS setiap hari Kamis kini wajib menggunakan batik lokal Wonosobo,” ujarnya.


Adib Annas M

Pos terkait

Tinggalkan Balasan