Mas Hadik Lantik 215 Kepala Desa

SM/Raditia Yoni Ariya - SWAFOTO: Para kepala desa yang baru saja dilantik berswafoto di Alun-alun Temanggung, Kamis (27/2).

TEMANGGUNG, SM Network – Bupati Muhammad Al Khadziq melantik 215 kepala desa baru dari berbagai wilayah di Kabupaten Temanggung. Mereka adalah yang memenangkan kontestasi politik di tingkat desa pada 9 Januari 2020 lalu. Pelantikan dilakukan di Pendapa Pengayoman, Kamis (27/2).

Sejumlah kades yang dilantik di Pendopo Pengayoman Kabupaten Temanggung, terdiri atas 20 perempuan dan 195 laki-laki. Berdasarkan tingkat pendidikannya, sebanyak 43 orang lulusan SMP, 124 orang lulusan SMA, 13 orang lulusan D1-D3, dan 35 orang lulusan sarjana. Dengan demikian, dari strata pendidikan paling banyak adalah lulusan SMA.

Bacaan Lainnya

Dalam amanatnya Hadik mengatakan, bahwa para kepala desa, terutama yang baru kali pertama menjabat untuk segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja dan segera menjalankan tugas. Jabatan kepala desa sendiri sejatinya adalah amanah dan tentunya tidaklah ringan sebab harus siap mengabdikan dirinya untuk masyarakat.

“Saya ucapkan selamat kepada para kades terpilih atas pelantikan ini semoga ini menjadi motivasi untuk melaksanakan tugas dan kewajiban dengan penuh tanggungjawab dan membawa perubahan positif dalam memajukan desa. Kepala Desa yang dilantik pada hari ini merupakan putra terbaik desa yang dipilih secara langsung oleh masyarakat dan karena menjadi ujung tombak pemerintahan desa maka harus memeliki pengentahuan yang lebih sehingga mampu mengakomodir kepentingan masyarakat,”ujarnya.

Hadik menuturkan, bahwa proses pilkades tahun ini dilaksanakan serentak berdasarkan ketentuan dalam UU nomor 6 tahun 2014 tentang desa dan peraturan daerah nomor 12 tahun 2015 tentang tata cara pencalonan pemilihan pelantikan dan pemberhentian kepala desa. Ketentuan tersebut mengamanatkan bahwa untuk kegiatan pilkades dilaksanakan serentak yang dikelompokkan menjadi 3 kali dalam jangka waktu 6 tahun.

Temanggung sampai saat ini telah melaksanakan pilkades secara serentak sebanyak 3 kali, yaitu gelombang pertama tahun 2016 di 36 desa, gelombang kedua tahun 2018 di 14 desa dan yang sekarang ini gelombang ketiga 2020 diikuti 2015 desa.

“Pilkades tahun ini seharusnya dilaksanakan di 216 desa, tetapi ada satu desa yang tidak bisa dilaksanakan karena tidak ada calon yang mendaftar sehingga pilkades tahun ini dilaksanakan di 215 desa. Akan tetapi mari kita junjung tinggi proses demokrasi yang telah melahirkan pemimpin-pemimpin di tingkat desa ini. Sekali lagi mari saya sampaikan selamat bertugas, selamat bekerja segeralah menyusun rencana pembangunan desa dan mendukung program kerja pembangunan daerah, berperan aktif dalam pelaksanaan sampai proses evaluasi dan pengawasannya,”katanya.


Raditia Yoni A

Pos terkait

Tinggalkan Balasan