{"id":562,"date":"2026-01-26T02:58:24","date_gmt":"2026-01-26T02:58:24","guid":{"rendered":"https:\/\/suaramerdekakedu.com\/?p=562"},"modified":"2026-01-26T02:58:24","modified_gmt":"2026-01-26T02:58:24","slug":"puluhan-siswa-di-kota-magelang-diduga-keracunan-menu-makan-bergizi-gratis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/suaramerdekakedu.com\/index.php\/2026\/01\/26\/puluhan-siswa-di-kota-magelang-diduga-keracunan-menu-makan-bergizi-gratis\/","title":{"rendered":"Puluhan Siswa di Kota Magelang Diduga Keracunan Menu Makan Bergizi Gratis"},"content":{"rendered":"<p class=\"_aupe copyable-text x15bjb6t x1n2onr6\"><span class=\"_aupe copyable-text xkrh14z\"><strong>MAGELANG, suaramerdekakedu.com \u2013<\/strong> Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Magelang kembali menjadi sorotan. Sebanyak 75 siswa dan lima guru SMPN 10 Kota Magelang, serta sejumlah siswa SMAN 3 Kota Magelang, dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap menu yang dibagikan pada Rabu (21\/1\/2026).<\/span><\/p>\n<p class=\"_aupe copyable-text x15bjb6t x1n2onr6\"><span class=\"_aupe copyable-text xkrh14z\">Insiden ini menambah daftar panjang kasus keracunan massal yang menuntut pengawasan ketat terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pihak penyuplai bahan baku makanan.<\/span><\/p>\n<p class=\"_aupe copyable-text x15bjb6t x1n2onr6\"><span class=\"_aupe copyable-text xkrh14z\">Kepala SMPN 10 Kota Magelang, Sri Mulyani, menjelaskan bahwa gejala mulai nampak secara massal pada Kamis (22\/1\/2026). Awalnya, hanya dua siswa yang mengeluh sakit perut dan dibawa ke UKS, namun jumlahnya terus bertambah setelah jam istirahat.<\/span><\/p>\n<p class=\"_aupe copyable-text x15bjb6t x1n2onr6\"><span class=\"_aupe copyable-text xkrh14z\">\u201cTercatat kurang lebih 75 siswa dan 5 orang guru mengalami keluhan sakit perut,\u201d ujar Sri Mulyani.<\/span><\/p>\n<p class=\"_aupe copyable-text x15bjb6t x1n2onr6\"><span class=\"_aupe copyable-text xkrh14z\">Pihak sekolah segera berkoordinasi dengan puskesmas terdekat untuk memberikan penanganan medis. \u201cPihak puskesmas juga mengambil sampel feses dan muntahan,\u201d imbuhnya. Sampel tersebut kini telah dikirim ke Laboratorium di Semarang untuk uji klinis.<\/span><\/p>\n<p class=\"_aupe copyable-text x15bjb6t x1n2onr6\"><span class=\"_aupe copyable-text xkrh14z\">Sebagai langkah antisipasi, distribusi MBG di sekolah tersebut dihentikan sementara. \u201cAnak-anak kita minta membawa bekal sendiri sambil menunggu hasil pemeriksaan dari dinas kesehatan. Kami belum bisa menyimpulkan apapun sebelum hasil lab keluar,\u201d tegas Sri Mulyani.<\/span><\/p>\n<p class=\"_aupe copyable-text x15bjb6t x1n2onr6\"><strong><span class=\"_aupe copyable-text xkrh14z\">Telur Puyuh Jadi Sorotan<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"_aupe copyable-text x15bjb6t x1n2onr6\"><span class=\"_aupe copyable-text xkrh14z\">Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang, Larsita, membenarkan adanya dugaan keracunan tersebut. Berdasarkan hasil investigasi awal terhadap SPPG Rejowinangun Utara yang mendistribusikan 1.853 porsi makanan ke tiga sekolah, menu telur puyuh saus mentega menjadi kecurigaan utama sebagai penyebab.<\/span><\/p>\n<p class=\"_aupe copyable-text x15bjb6t x1n2onr6\"><span class=\"_aupe copyable-text xkrh14z\">Larsita mengungkapkan bahwa telur puyuh sebanyak 97 kilogram diterima dapur dari penyuplai dalam kondisi sudah matang dan dikupas pada Selasa (20\/1\/2026) malam pukul 23.00 WIB.<\/span><\/p>\n<p class=\"_aupe copyable-text x15bjb6t x1n2onr6\"><span class=\"_aupe copyable-text xkrh14z\">\u201cInformasi yang kita terima, telur diterima dalam kondisi hangat dan terbungkus plastik wrapping. Tidak disimpan di chiller, hanya dibiarkan di suhu ruang. Mulai pemrosesan pada Rabu (21\/1\/2026) pukul 03.00,\u201d jelas Larsita.<\/span><\/p>\n<p class=\"_aupe copyable-text x15bjb6t x1n2onr6\"><span class=\"_aupe copyable-text xkrh14z\">Hasil wawancara menunjukkan sekitar 24,08 persen responden menyatakan rasa telur puyuh tersebut sudah tidak enak. Selain di SMPN 10, kasus serupa ditemukan di SMAN 3 Magelang.<\/span><\/p>\n<p class=\"_aupe copyable-text x15bjb6t x1n2onr6\"><span class=\"_aupe copyable-text xkrh14z\">\u201cSelain SMPN 10, surveilans Puskesmas Magelang Tengah juga menerima laporan adanya siswa SMAN 3 Magelang yang mengalami keluhan serupa setelah mengonsumsi MBG pada hari yang sama,\u201d tambahnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"_aupe copyable-text x15bjb6t x1n2onr6\"><span class=\"_aupe copyable-text xkrh14z\">Gejala klinis yang mendominasi di antaranya adalah sakit perut (88 persen), diare (74 persen), dan perut melilit (58 persen). Saat ini, Dinas Kesehatan tengah menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah di Semarang.<\/span><\/p>\n<p class=\"_aupe copyable-text x15bjb6t x1n2onr6\"><span class=\"_aupe copyable-text xkrh14z\">&#8220;Proses investigasi masih berjalan. Kami juga akan melanjutkan pemeriksaan terhadap penjamah makanan, analisis data, serta menetapkan status dan respon setelah seluruh hasil laboratorium diterima,&#8221; ucap Larsita. (hil)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MAGELANG, suaramerdekakedu.com \u2013 Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Magelang kembali menjadi sorotan. Sebanyak 75 siswa dan lima guru SMPN 10 Kota Magelang, serta sejumlah siswa SMAN 3 Kota Magelang, dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap menu yang dibagikan pada Rabu (21\/1\/2026). Insiden ini menambah daftar panjang kasus keracunan massal yang menuntut pengawasan ketat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":563,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[69,142,74,141,44],"class_list":["post-562","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-magelang","tag-kedunews","tag-keracunan","tag-magelang","tag-mbg","tag-suaramerdekakedu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/suaramerdekakedu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/562","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/suaramerdekakedu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/suaramerdekakedu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaramerdekakedu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaramerdekakedu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=562"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/suaramerdekakedu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/562\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":564,"href":"https:\/\/suaramerdekakedu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/562\/revisions\/564"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaramerdekakedu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/563"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/suaramerdekakedu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=562"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaramerdekakedu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=562"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaramerdekakedu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=562"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}