KEBUMEN, suaramerdekakedu.com – Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Kebumen sejak Jumat (23/1) hingga Sabtu (24/1). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, dampak kerusakan akibat fenomena alam ini meluas hingga ke 42 titik yang tersebar di 15 kecamatan.
Laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD setempat mencatat, peristiwa yang bermula sejak Jumat petang tersebut mengakibatkan kerusakan pada 32 rumah warga, tiga fasilitas umum, serta tujuh jaringan listrik akibat tertimpa pohon tumbang. Adapun wilayah terdampak mencakup Kecamatan Rowokele, Karanggayam, Sempor, Sruweng, Padureso, Gombong, Alian, Ambal, Adimulyo, Klirong, Buluspesantren, Pejagoan, Kuwarasan, Petanahan, dan Bonorowo.
Humas BPBD Kebumen, Heri Purwoto, mengungkapkan bahwa mayoritas insiden dipicu oleh pohon tumbang yang menutup akses jalan serta merusak instalasi kabel listrik. Meski demikian, pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi dalam musibah ini.
“Taksiran awal kerusakan mencapai sekitar Rp20,75 juta, dengan total kerugian diperkirakan menembus Rp49,04 juta. Data ini masih bersifat sementara dan bisa bertambah seiring asesmen lanjutan di lapangan,” kata Heri.
Dampak Siklon Luana
Fenomena cuaca ekstrem ini disinyalir merupakan dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang terdeteksi di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur. Kondisi tersebut memicu peningkatan kecepatan angin permukaan di sepanjang wilayah Jawa, termasuk Kebumen.
Di lapangan, sejumlah kerusakan dilaporkan cukup menonjol. Di Desa Karangpoh, Kecamatan Pejagoan, sebuah pohon randu menimpa rumah milik Sarwono (47) yang menjabat sebagai Ketua RT 07 RW 02. Sementara di Desa Kalipurwo, Kecamatan Kuwarasan, bagian dapur rumah warga bernama Sahri rusak tertimpa pohon sengon dengan estimasi kerugian Rp500 ribu.
Gangguan infrastruktur juga terjadi di Desa Totogan, Kecamatan Karangsambung, di mana sebuah tiang listrik PLN roboh melintang di badan jalan. Evakuasi yang melibatkan personel gabungan dari PLN, TNI, Polri, dan relawan sempat memberlakukan sistem buka-tutup jalan hingga arus lalu lintas kembali normal pada Sabtu pagi. Kerugian akibat kerusakan dua tiang listrik di lokasi tersebut diperkirakan mencapai Rp24 juta.
Imbauan Kewaspadaan
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, setelah melakukan pengecekan langsung di lokasi kejadian, menegaskan bahwa faktor utama robohnya pohon dan tiang listrik murni akibat terjangan angin kencang.
“Kami mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan lebat disertai angin. Kebumen termasuk wilayah rawan bencana hidrometeorologi, sehingga potensi pohon tumbang, papan reklame roboh, dan gangguan jaringan listrik masih bisa terjadi,” tegas Kapolres.
Hingga saat ini, BPBD bersama lintas sektor terus melakukan pemantauan intensif dan pendistribusian logistik untuk penanganan darurat. Masyarakat diminta tetap waspada mengingat peringatan dini BMKG terkait potensi angin kencang masih berlaku hingga beberapa hari ke depan. (hil))

















































