INTERNASIONAL. kedu.suaramerdeka.com – Pasca keberhasilan langkah diplomatik dan politik di Venezuela, Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump kini dilaporkan mulai mengalihkan fokus untuk mengakhiri pemerintahan Komunis di Kuba. Washington disebut tengah berupaya melakukan pendekatan terhadap “orang dalam” di lingkaran pemerintahan Havana guna memuluskan transisi kekuasaan.
Langkah ini diambil setelah AS melihat adanya kerentanan pada rezim Kuba yang dianggap kehilangan penyokong ekonomi utama mereka di Amerika Selatan.
Strategi Mengadopsi “Cetak Biru” Venezuela
Melansir laporan Wall Street Journal, para pejabat di Washington menilai kondisi ekonomi Kuba saat ini berada di ambang kolaps. Situasi tersebut dipandang sebagai momentum yang tepat bagi AS untuk menerapkan strategi serupa yang digunakan dalam upaya penggulingan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Kuba tidak akan lagi diizinkan menerima pasokan minyak maupun aliran dana dari Venezuela sebagai imbalan atas “layanan keamanan” yang selama ini diberikan Havana kepada Caracas. Trump menyatakan bahwa militer AS akan mengambil peran lebih besar dalam memastikan stabilitas di kawasan tersebut.
Havana: Siap Bela Tanah Air Hingga Titik Darah Terakhir
Merespons manuver agresif Washington, Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez memberikan pernyataan keras melalui platform X. Ia menegaskan bahwa rakyat Kuba tidak akan tinggal diam terhadap ancaman yang dianggap sebagai kelanjutan dari agresi selama puluhan tahun.
“Kuba tidak pernah menyerang, namun Kuba telah diserang oleh AS selama 66 tahun. Kami bukan ancaman bagi siapa pun, namun kami siap mempertahankan tanah air hingga tetes darah terakhir,” tegas Diaz-Canel.
Pemimpin Kuba tersebut juga menyoroti upaya AS yang mencoba memutus urat nadi ekonomi negaranya dengan menghalangi kompensasi minyak dari Venezuela. Menurutnya, kesiapan militer dan mental rakyat Kuba saat ini berada pada level tertinggi untuk menghadapi segala kemungkinan intervensi asing. (hil)















































