NASIONAL, kedu.suaramerdeka.com– Proses identifikasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, membuahkan hasil. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulsel berhasil mengonfirmasi identitas jenazah pria yang ditemukan di lokasi musibah sebagai Deden Maulana.
Almarhum merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjabat sebagai Pengelola Barang Milik Negara dengan pangkat Penata Muda Tingkat I. Deden tercatat sebagai korban kedua yang berhasil diidentifikasi setelah sebelumnya jenazah pramugari Florencia Lolita Wibisono telah lebih dulu dikenali.
Suasana Haru Penyerahan Jenazah
Penyerahan berkas hasil pemeriksaan dilakukan oleh Kasubdit Dokpol Biddokkes Polda Sulsel, AKBP Elvis J, kepada pihak keluarga pada Rabu (21/1). Isak tangis pecah saat Vera, istri almarhum, menerima dokumen resmi tersebut dengan tangan gemetar di RS Bhayangkara Makassar.
Sesuai rencana, jenazah Deden Maulana diterbangkan ke Jakarta pada Kamis (22/1) pagi pukul 06.25 WITA. Setibanya di ibu kota, jenazah akan langsung disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Jalan Mesir II, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Kendala Identifikasi dan Medan Berat
Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes Pol dr. Muh Haris, mengungkapkan bahwa tim medis sempat menghadapi kendala teknis dalam proses identifikasi. Kondisi jenazah yang sudah mengalami pembengkakan menuntut ketelitian ekstra melalui pencocokan data antemortem dan postmortem secara intensif.
“Kondisi fisik jenazah sudah membengkak, sehingga kami harus melakukan pemeriksaan mendalam, termasuk pengambilan sampel DNA untuk memastikan validitas identitas korban,” jelas dr. Haris.
Proses evakuasi almarhum pun berlangsung dramatis. Jasad Deden pertama kali ditemukan oleh tim SAR pada Minggu (18/1) di sebuah jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter dari puncak Gunung Bulusaraung. Namun, cuaca ekstrem dan medan yang sangat terjal membuat evakuasi baru bisa dituntaskan tiga hari kemudian menggunakan helikopter menuju Lanud Sultan Hasanuddin.
Satu Jenazah Kembali Ditemukan
Sementara itu, upaya pencarian di lokasi kejadian masih terus dilakukan. Kepala Basarnas, Marsda Mohammad Syafii, menginformasikan bahwa tim gabungan kembali menemukan satu jenazah yang diduga merupakan korban ketiga pada Rabu siang sekitar pukul 12.30 WITA.
Hingga berita ini diturunkan, identitas maupun jenis kelamin korban ketiga tersebut belum dapat dipastikan karena masih dalam tahap evakuasi dan observasi awal oleh tim medis di lapangan. (hil)
















































