TEMANGGUNG, suaramerdekakedu.com – Sebuah rekaman video yang memperlihatkan aksi tidak terpuji seorang pengendara sepeda motor viral di jagat maya. Pengendara tersebut nekat melintasi jalan yang baru saja diaspal dan kondisinya masih basah di wilayah Temandang, Kecamatan Kranggan, Temanggung.
Peristiwa yang terjadi pada Rabu (21/1/2026) ini memicu reaksi negatif dari masyarakat luas setelah diunggah oleh akun informasi lokal @kejadiantemanggung. Dalam video tersebut, terlihat jejak roda sepeda motor yang merusak permukaan aspal yang belum mengeras sempurna, meninggalkan alur panjang di tengah jalan yang baru saja diperbaiki.
“Aspal belum kering malah ditrabas. Lokasi Temandang Kranggan, Temanggung,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut yang dikutip Suara Merdeka, Kamis (22/1).
Sorotan Tajam Netizen
Unggahan ini langsung dibanjiri ratusan komentar dari warganet yang menyayangkan rendahnya kesadaran oknum pengendara tersebut dalam menjaga fasilitas umum. Banyak netizen yang merasa geram karena pembangunan jalan yang menggunakan uang rakyat justru dirusak oleh sikap tidak sabar.
Beberapa komentar pedas yang menghiasi kolom unggahan tersebut antara lain:
Mengani minimnya kesadaran yang dituliskan oleh akun @adi_prasts menuliskan kekecewaannya, “2026 iseh ono wong goblogg (2026 masih ada orang bodoh),” merujuk pada perilaku yang dianggap ketinggalan zaman.
Selain itu, peristiwa tersebut dapat menambah k erusakan, hal ini ditimpali oleh netizen lain, @rizal.ardhi_, menyoroti dampak kerusakan yang ditimbulkan. “Dalan elek ngangluh.. lekas di beneri malah dambah (Jalan rusak mengeluh, baru diperbaiki malah ditambah kerusakannya),” tulisnya.
Ada pula yang menyarankan agar pihak pelaksana proyek memberikan tanda atau palang yang lebih tegas. “Kudune di kei palang Ben ngerti nk lg d aspal (Harusnya diberi palang agar tahu kalau sedang diaspal),” komentar akun @dian_galuh_hermeiyantie.
Hingga berita ini diturunkan, unggahan tersebut telah disukai oleh lebih dari 2.300 pengguna Instagram. Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran bagi warga lainnya untuk bersabar dan menghargai proses pembangunan infrastruktur demi kenyamanan bersama dalam jangka panjang. (hil)

















































