NASIONAL, kedu.suaramerdeka.com – Memasuki hari pencarian berikutnya, Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dari dasar jurang di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Rabu (21/1) pagi. Evakuasi ini menjadi titik terang di tengah sulitnya medan pencarian.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar, Andi Sultan, yang bertindak sebagai On Scene Coordinator (OSC), mengonfirmasi bahwa kondisi cuaca yang cerah pada pagi hari menjadi faktor kunci keberhasilan operasi udara tersebut.
“Alhamdulillah, cuaca sangat mendukung. Helikopter Basarnas Dauphin HR-360 telah lepas landas dari Base Off Lanud Hasanuddin untuk mengevakuasi korban yang pertama kali ditemukan, atau kami sebut sebagai paket 1,” terang Andi Sultan di Makassar.
Evakuasi dengan Metode Hoist
Proses pengangkatan jenazah berlangsung dramatis. Mengingat lokasi penemuan berada di dasar jurang yang terjal, tim terlebih dahulu menggeser korban secara manual ke Punggungan Lampeso.
Sekitar pukul 07.59 Wita, tim udara melaksanakan teknik air landed dengan metode hoist—yakni mengangkat beban menggunakan kabel baja ke helikopter yang sedang melayang. Jenazah berhasil mendarat di Lanud Hasanuddin pada pukul 08.18 Wita untuk kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju RS Bhayangkara.
“Jenazah langsung kami serahkan kepada tim DVI (Disaster Victim Identification) untuk proses identifikasi lebih lanjut,” tambah Andi.
Pencarian Diperluas ke Lima Sektor
Pasca-evakuasi korban pertama, operasi SAR tidak mengendur. Sebanyak 37 personel di titik utama terus bergerak, sementara pencarian sisa korban lainnya kini dibagi ke dalam lima Unit Penyelamat (Search and Rescue Unit/SRU):
- SRU 1 (50 Personel): Melakukan penyisiran di sektor utama.
- SRU 2 (28 Personel): Fokus pada area penemuan ekor pesawat.
- SRU 3 (75 Personel): Bergerak menuju Puncak Gunung Bulusaraung dengan perlengkapan vertical rescue.
- SRU 4 (40 Personel): Menyisir area Air Terjun Patahan 4 dan 5, lokasi yang teridentifikasi sebagai titik jatuhnya mesin pesawat.
Kerja sama solid antarunsur serta membaiknya kondisi cuaca di lapangan diharapkan dapat mempercepat proses penemuan seluruh korban maupun puing-puing krusial pesawat dalam waktu dekat. (hil)
















































