TEMANGGUNG,suaramerdekakedu.com– Kehadiran Citywalk di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman kini menjadi wajah baru bagi Kabupaten Temanggung. Meski baru saja diresmikan dan mulai dipadati masyarakat, proyek ini dibayangi kekhawatiran terkait manajemen perawatan dan penertiban fasilitas umum yang dinilai masih lemah.
Salah satu pegiat komunitas sekaligus pengamat lokal, Andhika Akhmad Faisal, mengungkapkan bahwa Citywalk Temanggung memiliki potensi besar untuk mengubah citra Kota Tembakau. Namun, ia mengingatkan agar pembangunan ini tidak berakhir menjadi “lagu lama” atau proyek yang terbengkalai seperti fasilitas publik lainnya di Temanggung.
Kritik Terhadap Penataan Fasilitas Umum
Andhika menyoroti rekam jejak pembangunan di Temanggung yang dinilainya masih setengah hati dalam hal perawatan. Ia mencontohkan kondisi Taman Pengayoman, Taman Pikatan, hingga Alun-Alun yang saat ini kondisinya memprihatinkan dan kurang terawat.
“Temanggung ini punya pesona alam yang luar biasa, tapi soal fasilitas umum seringkali mengecewakan. Jangan sampai Citywalk yang bagus ini bernasib sama dengan taman-taman lain yang akhirnya kumuh atau mangkrak,” ujar Andhika.
Persoalan Parkir dan Keterisian Trotoar
Berdasarkan pengalamannya di lapangan, Andhika mencatat setidaknya ada tiga masalah krusial yang harus segera diatasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung agar kenyamanan pengunjung terjaga.
Andhika mengeluhkan perilaku oknum juru parkir yang kerap meminta bayaran tanpa memberikan pelayanan yang semestinya. Ia menceritakan insiden di mana pengunjung ditarik biaya parkir ganda bahkan mendapat perlakukan tidak menyenangkan saat menolak membayar pungutan yang tidak sesuai aturan.
Keberadaan sepeda motor modifikasi atau yang populer dengan istilah “ngabers” menjadi sorotan. Menurutnya, banyak pemilik motor yang memarkirkan kendaraan secara sembarangan di atas trotoar. Hal ini secara langsung merampas hak pejalan kaki dan merusak estetika Citywalk.
Manajemen Sampah: Ia menekankan bahwa kebersihan adalah tolok ukur kenyamanan. Tanpa edukasi yang masif dan penyediaan sarana kebersihan yang memadai, Citywalk terancam dipenuhi sampah sisa jajanan pengunjung.
Harapan pada Pemerintah
Andhika berharap Pemkab Temanggung tidak hanya berhenti pada tahap pembangunan fisik, tetapi juga serius dalam pengelolaan pasca-pembangunan.
“Pemerintah harus hadir untuk mengelola dan mengedukasi masyarakat. Jangan sampai fasilitas yang sudah dibangun dengan anggaran besar ini justru menjadi tempat yang semrawut karena kurangnya pengawasan,” pungkasnya. (hil)

















































