INTERNASIONAL, kedu.suaramerdeka.com – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan Inggris yang berencana menyerahkan kedaulatan Kepulauan Chagos di Samudra Hindia kepada Mauritius. Trump menilai langkah sekutu dekatnya tersebut sebagai sebuah kekeliruan besar yang dapat memicu kerentanan geopolitik di kawasan strategis tersebut.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut keputusan London tersebut sebagai bentuk “kelemahan total”. Ia mengkhawatirkan kekosongan kedaulatan di wilayah itu akan dimanfaatkan oleh kekuatan global lain, seperti Tiongkok dan Rusia, untuk memperluas pengaruh mereka.
Isu Greenland
Secara mengejutkan, Trump menghubungkan persoalan Chagos dengan ambisi lamanya untuk mengakuisisi Greenland dari Denmark. Menurutnya, kegagalan Inggris dalam mempertahankan wilayah kedaulatannya menjadi pemantik bagi Amerika Serikat untuk lebih agresif dalam “mengamankan” wilayah strategis seperti Greenland demi kepentingan keamanan nasional AS di Arktik.
“Di bawah kepemimpinan saya, Amerika Serikat kini dihormati. Saya mendesak Denmark dan sekutu Eropa untuk mengambil langkah yang tepat terkait Greenland,” tegas Trump sebagaimana dikutip dari Anadolu Agency, Rabu (21/1/2026).
Status Pangkalan Diego Garcia
Polemik kedaulatan ini menjadi krusial mengingat keberadaan Diego Garcia, pulau terbesar di gugusan Chagos, yang berfungsi sebagai pangkalan militer gabungan AS-Inggris sejak era 1970-an. Meski Inggris telah sepakat mentransfer kedaulatan kepada Mauritius, London tetap memegang hak sewa pangkalan tersebut selama 99 tahun.
Kesepakatan ini mencakup kompensasi tahunan sebesar 101 juta poundsterling (sekitar Rp2 triliun) kepada Mauritius. Pemerintahan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, berargumen bahwa langkah ini merupakan strategi hukum internasional untuk menjamin pangkalan militer tersebut tetap beroperasi sekaligus mencegah kehadiran militer Tiongkok di pulau-pulau sekitarnya.
Tentangan Internal
Namun, kebijakan Starmer ini belum sepenuhnya mulus. Di dalam negeri, kesepakatan tersebut masih menunggu ratifikasi parlemen dan menghadapi gelombang protes dari warga asli kepulauan serta kritik pedas dari faksi oposisi.
Di sisi lain, pangkalan Diego Garcia saat ini tetap beroperasi secara normal dengan kontrak penggunaan oleh Amerika Serikat yang telah diperpanjang hingga tahun 2034. Sikap agresif Trump dalam mengaitkan isu Chagos dan Greenland ini kian mempertegas arah kebijakan luar negeri AS yang fokus pada pengamanan aset strategis global guna membendung dominasi kekuatan asing di wilayah krusial. (hil)

















































