TEMANGGUNG, suaramerdekakedu.com – Kondisi infrastruktur jalan di wilayah Kabupaten Temanggung kembali menjadi sorotan tajam masyarakat. Kali ini, ruas jalan di Katekan, Kecamatan Ngadirejo, dilaporkan mengalami kerusakan parah dengan lubang-lubang besar yang tergenang air, menyerupai kubangan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari unggahan akun media sosial @kejadiantemanggung pada Selasa (20/1/2026), kerusakan tersebut tersebar di tengah badan jalan. Genangan air yang menutupi lubang (jeglongan) dinilai sangat membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua yang melintas saat hujan atau malam hari.
“Awas ada kolam kecil di tengah jalan,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut dalam bahasa Jawa.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa aspal jalan sudah mengelupas dan menyisakan tanah serta bebatuan. Kondisi ini memaksa pengendara untuk ekstra waspada dan melambat, yang seringkali memicu ketersendatan arus lalu lintas di jam-jam sibuk.
Warga berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera melakukan perbaikan permanen. Pasalnya, perbaikan selama ini dinilai hanya berupa tambal sulam yang cepat rusak kembali saat terkena guyuran air hujan.
Tanggapan Netizen
Unggahan mengenai rusaknya jalan di Katekan ini langsung dibanjiri komentar dari warga net. Berikut adalah rangkuman suara netizen:
1. Sindiran “Wisata Baru” dan Hobi Mancing Banyak netizen yang menggunakan sarkasme untuk meluapkan kekecewaan mereka. Akun _annasakbar menyebut kondisi ini sebagai “Wisata Jeglongan Sewu”, sementara akun karyaabadi.789 menyindir bahwa Temanggung kini punya banyak “Spot Mancing” baru di tengah jalan.
2. Keluhan Pemerataan Pembangunan Netizen merasa kerusakan jalan tidak hanya terjadi di satu titik. Akun 9d11w_0_e111 menyebutkan bahwa jalanan di Temanggung hampir semuanya “bermotif rusak” (bosok kabeh). Ada pula yang menyebut lubang-lubang tersebut sebagai “perangkap” bagi pengendara.
3. Kritik terhadap Kualitas Proyek Akun exzans memberikan kritik teknis terkait kualitas perbaikan jalan. Ia berpendapat bahwa proyek tambal sulam aspal di level kabupaten seringkali tidak tahan lama jika terus-menerus terkena air. Ia menyarankan agar jalan tersebut dikeraskan dengan semen (beton/cor) agar lebih awet.
4. Sentilan untuk Pemerintah Kekecewaan terhadap respons pemerintah juga terlihat dari komentar usergcell840 yang menuliskan bahwa para pemangku kebijakan seolah tutup mata sementara kondisi jalan aspal sudah rusak parah. (hil)

















































