PURWOREJO, suaramerdekakedu.com – Persoalan terhentinya operasional sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Purworejo akibat kendala administratif akhirnya terurai. Dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat dipastikan telah cair, diikuti dengan perubahan mekanisme pembayaran guna menjamin kelancaran distribusi ke depan.
Koordinator Program MBG Kodim 0708 Purworejo, Serma Ahmad Widodo, menegaskan bahwa keterlambatan yang terjadi sebelumnya bukan disebabkan oleh pemotongan anggaran, melainkan kendala teknis pada sistem Virtual Account (VA).
“Dana yang dinantikan sudah cair seluruhnya. Dengan demikian, tidak ada lagi kendala dalam pembayaran. SPPG yang sempat berhenti sementara dapat segera beroperasi kembali,” ungkap Ahmad Widodo, Selasa (20/1/2026).
Transisi Skema Pembayaran
Untuk meminimalisasi risiko hambatan operasional, pemerintah pusat menerapkan regulasi baru dalam pengelolaan dana MBG terhitung mulai Januari 2026. Mekanisme pengajuan proposal untuk operasional harian kini dihapus dan digantikan dengan sistem Surat Pertanggungjawaban (SPJ).
Dalam skema baru ini, anggaran akan diturunkan secara bertahap sebesar Rp 500 juta setiap rentang waktu 10 hari. Setelah pihak pengelola menyampaikan SPJ, proses top up atau pengisian ulang dana berikutnya dijanjikan akan cair dalam waktu tiga hingga lima hari kerja.
“Sistem ini merupakan bagian dari masa transisi agar pembayaran lebih efektif dan tidak menghambat kerja dapur pelayanan gizi. Namun, khusus untuk pendirian SPPG baru, mekanisme proposal tetap diberlakukan guna memverifikasi kesiapan fasilitas dan peralatan,” jelas Ahmad.
Persiapan Operasional Kembali
Berdasarkan data yang ada, saat ini terdapat sekitar 40 unit SPPG di Kabupaten Purworejo. Dari jumlah tersebut, tercatat 16 unit yang sebelumnya terkendala aktivasi VA, di mana satu di antaranya sempat berhenti beroperasi dan 15 lainnya merupakan unit baru yang tengah bersiap memulai layanan.
Terpisahnya kendala anggaran ini disambut baik oleh pengelola lapangan. Kepala Dapur SPPG Bener, Candra, mengonfirmasi bahwa dana operasional telah diterima. Pihaknya kini tengah melakukan persiapan logistik untuk kembali melayani siswa.
“Rencananya besok kami mulai belanja bahan baku, sehingga pada Kamis (22/1/2026) operasional layanan makan bergizi sudah kembali berjalan normal,” tutur Candra. (hil)

















































