YOGYAKARTA, suaramerdekakedu.com- Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali meningkat dengan tercatatnya lima kali semburan lava pijar. Guguran lava tersebut mengarah ke hulu Sungai Sat dan Sungai Putih dengan jarak luncur maksimal mencapai 1,9 kilometer.
Berdasarkan laporan terbaru dari laman Magma BPPTKG, kondisi puncak Gunung Merapi saat ini didominasi kabut tebal dengan asap kawah yang tidak teramati. Cuaca di sekitar lereng terpantau mendung dengan suhu udara berada di angka 17,8°C dan kelembaban udara mencapai 100 persen.
Peningkatan Aktivitas Kegempaan Selain aktivitas kasat mata, data instrumen menunjukkan adanya tren peningkatan jumlah kegempaan di gunung berketinggian 2.968 mdpl tersebut. Tercatat, gempa guguran mengalami kenaikan dari 22 kali menjadi 25 kali. Sementara itu, gempa hybrid atau fase banyak juga meningkat dari 17 kali menjadi 19 kali.
Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi masih ditetapkan pada Status Siaga (Level III). BPPTKG terus mengingatkan potensi bahaya berupa guguran lava pijar dan awan panas yang dapat mengarah ke sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong, Bedog, Krasak, dan Bebeng. Selain itu, sektor tenggara yang meliputi Sungai Woro dan Gendol juga tetap dalam pengawasan.
Rekomendasi Keamanan Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah potensi bahaya. Mengingat karakter Merapi yang masih kerap melontarkan material vulkanik, radius aman ditetapkan di luar jarak 3 km dari puncak. Pemerintah daerah setempat terus melakukan koordinasi guna mengantisipasi segala kemungkinan terkait fluktuasi aktivitas gunung berapi paling aktif di Indonesia ini. (hil)
















































